Channel Informasi

Prakarya Kewirausahaan K13

Prakarya Kewirausahaan K13

Poject IPAL Kelas 12-1

Project IPAL Kelas 12-2

Project IPAL Kelas 12-3

Project IPAL Kelas 12-4

Tanaman Hidroponik Kelas X-3

Tanaman Hidroponik Kelas X-6

Kesalahpahaman [Delusi]

Delusi
Penulis : Reza A.A Wattimena [Filsafat Logika]

Di dalam salah satu karya dialognya, Plato, filsuf Yunani Kuno, menegaskan dengan jelas, bahwa ketidaktahuan (bisa juga dibaca sebagai kesalahpahaman) adalah akar dari semua kejahatan di atas bumi ini. Filsuf eksistensialis Prancis, Albert Camus, juga menegaskan, bahwa kesalahpahaman mendorong orang bertindak salah, walaupun niat hatinya baik. Sokrates, salah satu tokoh terpenting di dalam Filsafat Yunani Kuno, juga terkenal dengan ungkapannya: orang yang paling bijak adalah orang yang sadar, bahwa dirinya tak tahu apa-apa.

Kesalahpahaman ini pun lalu diungkapkan dengan berbagai cara. Di dalam filsafat, ia dikenal sebagai kesalahan berpikir. Bagi Francis Bacon, filsuf modern, kesalahpahaman adalah Idol-idol yang menutupi mata kita dari kebenaran. Anthony de Mello menyebutnya sebagai programming atau pengkondisian yang begitu kuat mempengaruhi cara berpikir dan cara merasa kita.

Secara pribadi, saya lebih suka menyebut kesalahpahaman ini sebagai delusi. Ungkapan ini begitu kuat menyatakan ketidakmampuan kita untuk membedakan antara kenyataan dan ilusi. Orang yang hidup dalam delusi akan selalu menderita, walaupun ia kaya raya, tampan atau cantik. Pertanyaan yang penting adalah, darimana delusi ini muncul?

Delusi muncul dari cara kita diasuh dari kecil. Nilai-nilai yang kita terima dari keluarga dan masyarakat kita juga menciptakan banyak delusi di dalam kepala kita. Teladan yang kita terima dari orang tua dan guru kita sejak kecil juga menciptakan delusi di dalam kepala kita. Makanya, banyak orang begitu sulit untuk lepas dari delusi yang mengotori kepalanya. Ia pun akhirnya hidup dalam penderitaan terus menerus.

Bentuk-bentuk Delusi

Ada begitu banyak delusi di dalam masyarakat kita. Semuanya mengotori kepala kita, dan membuat kita menderita. Delusi pertama adalah kecenderungan kita untuk mengisi hidup dengan ambisi-ambisi. Kata orang, hidup harus punya ambisi. Akibatnya, kita semua lalu merumuskan ambisi di kepala kita masing-masing.

Ironisnya, orang yang gagal mewujudkan ambisinya akan merasa menderita. Orang yang berhasil mencapai ambisinya akan merasa hampa. Tujuan dan ambisi bukanlah kehidupan. Inilah delusi terbesar dalam hidup kita yang perlu kita berantas.

Delusi kedua adalah menyamakan kesuksesan hidup dengan kebahagiaan. Sukses berarti kita mengikuti pola hidup sebagaimana diidealkan oleh masyarakat kita. Di Indonesia, ini berarti kita memiliki pekerjaan dengan gaji besar, serta keluarga yang harmonis serta religius. Ironisnya, orang yang punya pekerjaan baik dan keluarga harmonis juga kerap hidup dalam penderitaan. Ia masih terjebak dalam delusi.

Delusi ketiga banyak kita lihat di bidang politik. Orang menyamakan politik dengan kekuasaan. Akibatnya, ia menipu dan korupsi, supaya bisa meningkatkan karir politiknya. Pun ketika ia mendapatkan kekuasaan politik tertinggi, ia akan tetap hidup dalam penderitaan, karena delusi yang bercokol di dalam kepalanya.

Delusi keempat ada di dalam bidang ekonomi. Kita kerap menyamakan aktivitas ekonomi dengan aktivitas meraup keuntungan setinggi mungkin, jika mungkin dengan menipu. Perusahaan yang menipu, guna mendapat keuntungan besar, kerap akan hancur di tengah jalan. Pun jika tidak, pemiliknya, dan orang-orang yang bekerja di dalamnya, akan hidup dalam penderitaan, karena delusi yang ada di dalam kepala mereka, yang tidak mereka sadari.

Delusi kelima adalah kecenderungan menyamakan kultur sebagai pariwisata. Ketika kita di Indonesia berbicara soal kultur atau budaya, kita lalu ingat tari-tarian daerah, makanan daerah, dan hal-hal lainnya. Semuanya dilihat sebagai barang yang bisa dijual untuk kepentingan pariwisata. Ketika kultur hanya dilihat sebagai barang dagangan, kultur itu pun perlahan akan kehilangan rohnya, dan hancur. Ia hancur, akibat delusi dari orang-orang yang ada di dalamnya.

Delusi keenam berakar di bidang pendidikan. Kita menyamakan pendidikan dengan indoktrinasi. Anak diminta menghafal banyak hal, lalu mereka diminta untuk memuntahkan itu semua kembali di dalam ujian. Justru, cara-cara semacam ini yang menghancurkan pendidikan. Akibatnya, pendidikan bisa lama dan mahal, tetapi anak justru menderita, karena mereka hidup dalam delusi-delusi yang diajarkan oleh masyarakatnya.

Delusi ketujuh terkait dengan paham tentang bekerja. Kita menyamakan bekerja sebagai kegiatan mencari uang. Hampir semua orang di Indonesia berpikir semacam ini, bahwa bekerja berarti mengumpulkan uang. Ironisnya, orang yang bekerja hanya untuk mengumpulkan uang justru akan merasa hampa dan menderita pada akhirnya, ketika uangnya sudah terkumpul banyak. Ia pun hidup terus dalam penderitaan, akibat delusi ini.

Delusi ke delapan adalah tentang cinta. Kita kerap menyamakan tindak mencintai dengan tindak menguasai. Kita ingin pasangan kita seperti harapan kita. Jika tidak, kita lalu marah, dan berlaku kasar, atau justru melepaskan semuanya. Dengan pola semacam ini, kita akan terus hidup dalam penderitaan, akibat dari delusi di dalam kepala kita.

Delusi kesembilan berakar begitu dalam di masyarakat kita. Kita menyamakan agama dengan mental pengemis. Kita menyembah dan meminta, tetapi lupa mengembangkan diri kita sendiri. Kita berdoa dan berdoa, tetapi melakukan kekerasan terhadap orang lain. Kita beragama tetapi tetap menderita dan bermental kasar. Agama menjadi sumber delusi kita bersama.

Delusi kesepuluh terkait dengan pandangan kita soal kebahagiaan. Kita menyamakan kebahagiaan dengan kesenangan sesaat. Akibatnya, kita belanja banyak barang, kita jalan-jalan ke luar negeri, dan kita mengumpulkan barang-barang material, supaya bisa merasa bahagia. Yang terjadi adalah, kita melakukan semua itu, namun tetap menderita. Kita hidup dalam delusi tentang kebahagiaan, dan kita tetap menderita.

Delusi yang Terdalam

Sepuluh delusi di atas berakar pada satu delusi yang terdalam, yakni delusi tentang kenyataan di depan mata kita. Kita menyamakan apa yang tampak di depan mata kita dengan kebenaran. Di dalam kenyataan, kita melihat orang yang hidup dan orang yang mati. Kita lalu mengira, itu semua adalah kebenaran yang sejati. Kita lalu hidup dengan berpijak pada apa yang tampak di depan mata. Inilah hidup yang terjebak dalam delusi. Buahnya hanyat satu: penderitaan.

Kita mengira, segala sesuatu di sekitar kita, dan bahkan diri kita sendiri, adalah sesuatu yang utuh, benar dan nyata. Kita marah dan sedih, ketidak mendengar kata-kata tertentu. Kita merasa senang, ketika dipuji. Kita diombang-ambingkan seperti perahu layar kecil di tengah lautan ombak emosi. Ketika kita merasa diri kita dan segala yang kita lihat di dalam kenyataan sebagai kebenaran, kita pun hidup dalam delusi, dan kita akan terus menderita, apapun yang kita lakukan.

Melampaui Delusi

Delusi dapat dengan mudah dilepaskan, asalkan kita mau. Kita cukup melihat diri kita dan segala perasaan maupun pikiran kita sebagai ilusi yang datang dan pergi. Kita juga cukup melihat segala kenyataan yang ada di depan mata kita sebagai ilusi yang sementara. Ia bukanlah kebenaran dan kenyataan itu sendiri. Ia justru mengaburkan kita dari kebenaran dan kenyataan.

Orang bertindak jahat pada orang lain, bukan karena ia mau, tetapi karena ia juga menderita. Ia juga hidup dalam delusi-delusi yang menyiksa dirinya. Kita justru harus mengasihi dan merasa iba dengan orang-orang yang membenci dan menyakiti kita. Cintailah musuhmu, inilah kebijaksaan terdalam dan tertinggi dari semua ajaran agama dan filsafat yang ada di dunia ini!

Latihan Soal USBN [Pengolahan Makanan Internasional]


Pilih Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar !!
  1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan faktor internal untuk menciptakan peluang usaha adalah......
    a. pengetahuan yang dimiliki
    b. pengalaman dari individu itu sendiri
    c. pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah
    d. tidak memiliki kemampuan
    e. selalu memiliki inovasi
  2. Yang diperlukan dalam menciptakan peluang usaha adalah ....
    a. ide usaha
    b. akibat usaha
    c. susah senangnya berwirausaha
    d. analisa usaha
    e. barang yang akan dijual
  3. Dalam membuat rencana bisnis yang perlu diperhatikan adalah .....
    a. pemilihan jenis usaha
    b. nama penjual
    c. alamat penjual
    d. perijinan penjual
    e. total biaya
  4. Tortila adalah ....
    a. merupakan sejenis roti pipih/tipis yang lembut dan terbuat dri tepung gandum
    b. sejenis roti berbentuk bundar yang dpianggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih
    c. makanan khas asal daerah Kansal, Jepang berbentuk bola-bola kecil
    d. campuran krim dan keju mascarpone yang kemudian diaplikasikan pada lady finger yang telah direndam cairan kopi
    e. makanan berupa dua potong roti yang menjepit daging, sayuran, keju atau berbagai teman makan roti dan biasanya diberi bumbu atau saus
  5. Berikut merupakan makanan berbentuk lingkaran dengan beragam topping, dikenal sebagai makanan asal italia adalah ....
    a. tiramisu
    b. pizza
    c. steak
    d. kebab
    e. crepe
  6. Makanan yang terdiri dari nasi dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak adalah....
    a. ramen
    b. kimchi
    c. sushi
    d. lasagne
    e. hamburger
  7. Berikut ini kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan wadah penyajian yang baik kecuali ....
    a. bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat
    b. bahan kemasan/wadah penyajian mampu melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar
    c. bahan kemasan tidak berbau
    d. bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap konsumen
    e. bahan kemasan/wadah mudah robek dan terbakar
  8. Berikut ini faktor yang menyebabkan suatu daerah memiliki sumber bahan makanan yang berbeda-beda adalah ....
    a. selera masyarakat tiap daerah terhadap makanan berbeda-beda
    b. perbedaan kondisi geografis di tiap daerah, ada yang bergunung-gunung, ada yang berhutan
    c. akar budaya daerah satu berbeda dengan daerah lainnya
    d. kondisi kesuburan tanah yang tidak sama di tiap daerah
    e. ada tnaman yang cocok ditanam suatu daerah, ada yang tidak
  9. Di bawah ini bukan merupakan bahan makanan hewani adalah ....
    a. gandum
    b. gelatin
    c. mineral
    d. gliserol
    e. lemak
  10. Berikut merupakan jenis teknik memasak dengan pemanasan basah, kecuali
    a. merebus
    b. mengukus
    c. blanching
    d. saute
    e. braising
Jawablah dengan benar pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
  1. Apa yang dimaksud denga pengolahan ?
  2. Sebukan dua faktor yang dapat memunculkan ide usaha pengolahan makanan !
  3. Jelaskan dua kemungkinan yang terjadi dalam menjalankan sebuah usaha !
  4. Apakah yang dimaksud teknik grilling dalam pengolahan makanan !
  5. Sebutkan syarat untuk melakukan teknik baking !
  6. Bagaiman cara menikmati tortila?
  7. Apa yang anda ketahui tentang pancake ?
  8. Sebutkan syarat-syarat melakukan teknik shallow frying !
  9. Sebutkan kriteria-kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam pemilihan wadah penyajian/kemasan
  10. Bagaimana cara membuat isian pada makanan pizza ? Jelaskan !!

Hukum Persamaan Perbedaan

Hukum Persamaan Perbedaan
Penulis : Kang Asep [Logika Filsafat]

Tujuan :
1) Memahami Hukum Persamaan Perbedaan
2) Dapat menangkap maksud perumpamaan dengan benar
==================

Ketidak fahaman tentang hukum persamaan dan perbedaan ini seringkali menimbulkan perdebatan konyol, seperti memperebutkan pepesan kosong. Satu pihak bersikukuh bahwa A sama dengan B. Pihak lainnya bersikukuh bahwa itu adalah hal yang beda. Dalam dunia diskusi, sering terjadi masalah, di mana lawan bicara tidak dapat menangkap maksud suatu perumpamaan dan menganggapnya perumpamaan tersebut berbeda. Sementara yang membuat perumpamaan merasa bahwa perumpamaan tersebut relevan. Penolakan terhadap perumpamaan ini juga terjadi di masa Rasulullah saw bahwa kaum kafir Quraish mengolok-ngolok perumpamaan yang diberikan Allah tentang nyamuk. Lalu Allah menjawabnya :

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (Q.S 2:26)

Berdasarkan hukum persamaan dan perbedaan, perumpamaan itu tidak patut untuk dipersalahkan, apalagi diolok-olok.

Contoh 1:

Mr. X : cinta yang tulus itu bagaimana matahari yang menyinari bumi, hanya memberi tak harap kembali.
Mr. Y : lha  .. Kenapa manusia diperumpamakan dengan matahari. Itu dua hal yang berbeda kan ? Manusia itu makhluk hidup, sedangkan matahari itu benda mati.

Padahal sudah tentu sesuatu diperumpamaan dengan sesuatu yang berbeda, tidak mungkin diumpakan dengan dirinya.

Contoh 2 :

wajahmu bersinar bagaikan rembulan di malam purnama
wajah cantik diumpakan dengan bulan purnama, masa iya diumpakan dengan dirinya sendiri,

semisal : wajahmu bersinar bagaikan wajahmu

Jadi, suatu hal yang konyol kalau orang mempermasalahkan sesuatu karena diperumpakan dengan hal yang berbeda.

Contoh 3 :

MR. X : zaman reformasi sama saja dengan zaman orde baru
Mr. Y : ya beda lah, mana mungkin sama
Mr. X : menurutku sama
Mr. Y : menurutku beda

itu cara diskusi yang gak berguna.

Demikian pula sering terjadi perdebatan soal "analogi sama" dan "analogi beda". Terlebih lagi, sebagian orang masih mencampur adukan antara analogi dengan perumpamaan.  Perumpamaan bukanlah analogi. Analogi bukanlah perumpamaan. Tapi dalam praktik, perumpamaan sering disebut analogi dan analogis sering disebut perumpamaan.

Sebenarnya, masalah pertentangan pendapat tentang sama beda antara dua hal terjadi karena ketidak-fahaman soal hukum persamaan, sehingga tidak melihat titik persamaan dan perbedaan. Sama atau beda, keduanya benar. Hanya perlu disebutkan, di mana titik persamaannya, di mana titik perbedaannya.

Untuk menghindari kesalahan berpikir, banyak aturan berpikir yang harus kita fahami dan kita patuhi, salah satunya adalah Hukum Persamaan-Perbedaan. Isi dari hukum ini adalah sebagai berikut : "Setiap dua hal pastilah memiliki persamaan dan perbedaan, mustahil tidak memiliki persamaan dan perbedaan".

Besi dengan batu, apa persamaan dan perbedaannya? Sama-sama keras. Berbeda dalam nama, fungsi dan kadar kerasnya. Langit dan bumi, apa persamaan dan perbedaannya? Sama-sama bagian dari alam. Bedanya, bumi adalah alam yang dapat kita pijak, sedangkan langit nun jauh di atas sana, tak dapat disentuh. Coba temukan persamaan segala sesuatu, niscaya dapat ditemukan. Dan temukan pula perbedaannya, niscaya ditemukan. Kata “sama” maupun “beda” butuh penafsiran yang jelas. Apanya yang sama dan apanya yang beda.

Dalam seni dialektika logika, menyangkal peniapan dilakukan dengan contoh. Misalnya :

Mr. X : Setiap mamalia adalah pemakan rumput, contohnya kambing

(Tapi kemudian hal tersebut disangkal mr. Y)

Mr. Y : Sebagian mamalia bukan pemakan rumput, contohnya paus.
Mr. X : Tetapi kambing tidak sama dengan paus, analoginya tidak relevan. Kambing itu hewan darat, mengapa disamakan dengan paus yang hewan laut ?

Nah… setiap dua hal dapat dilhat sama atau beda. Ini adalah masalah-masalah klise dalam diskusi. Bandingkan dengan dialog berikut :

Mr. X : setiap hewan tak berdaun telinga berkembang biak dengan cara bertelur. Contohnya ular.
Mr. Y : sebagian hewan tak berdaun telinga tidak berkembang biak dengan cara bertelur, contohnya ular peliharaan saya di rumah, dia tidak pernah bertelur karena dia ular jantan.
Mr. X : contohnya tidak relevan.

Permasalahan seperti itu merupakan problem yang umum terjadi, yang sering kita temui. Sementara, kunci dialektika logika terletak pada penemuan kontradiksi-kontradiksi, namun akhirnya seluruh kontradiksi berkamuflase menjadi non kontradiksi, karena setiap hal yang sama dapat dilihat beda, dan setiap hal beda dapat dilihat dari sisi persamaannya. Karena itu, lihat dan periksa dalam seluruh diskusi yang saya lakukan dan terekam di medialogika.org saya . di medialogika.org saya tidak pernah menilai contoh maupun perumpamaan yang diberikan orang lain dengan menyatakannya "tidak sama" atau "tidak relevan".  Karena ini tidak sesuai dengan prinsip dialektika logika dan hukum persamaan-perbedaan.

Untuk mengatasi persoalan ini, hindari untuk menilai dua hal melalui sudut persamaan dan perbedaan, tetapi yang diperlukan adalah penjelasan titik persamaan dan perbedaannya. Misalnya, bila dalam dialog tentang persamaan dan perbeaan paun dan kambing, Mr. X dapat mengajukan pertanyaa, "benarkah paus itu mamalia dan tidak makan rumput ?" dan dalam contoh "ular" Mr. X dapat mengajukan pertanyaan, "Apakah perbedaan ular dengan ular betina ? Jika ular peliharaannmu adalah ular betina, maka apakah seluruh ular itu betina ?"

Bandingkan lagi dengan dialog berikut :

Mr. X :  Setiap hewan itu bernafas, contohnya kucing
Mr. Y : Sebagian hewan itu tidak bernafas, contohnya batu.

Dalam diskusi-diskusi umum, sudah pasti kita akan langsung menilai bahwa "batu" adalah contoh yang tidak relevan. Contoh batu, tidaklah sama dengan kucing. Tapi yang diperlukan dalam praktik dialektika logika bukanlah menilai, melainkan bertanya, "apakah batu itu sejenis hewan ?" Karena dalam mempraktikan logika, kita tidak dapat mempergunakan asumsi-asumsi sendiri dan bagaimana nilai benar-salah itu dimengerti oleh masing-masing pihak, bukan disematkan oleh pihak lain. Demikian pula dengan soal persamaan dan perbedaan.

Latihan Soal USBN (Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan)


Pilih salah satu jawaban yang paling benar !
  1. Pada kuning telur yang masih mentah terdpat .....
    a. 145 kalori
    b. 235 kalori
    c. 355 kalori
    d. 415 kalori
    e. 455 kalori
  2. Paduan bahan yang digunakan di antranya untuk mencegah, menyembuhkan, dan memulihkan dari penyakit disebut .....
    a. jamu
    b. obat
    c. simplisia
    d. herbal
    e. kimia
  3. Industri obat jadi dan industri bahan baku obat dapat disebut sebagai .....
    a. industri farmasi
    b. pabrik jamu
    c. industri medis
    d. perusahaan kesehatan
    e. industri tradisional
  4. Berikut ini jenis-jenis cacing tanah berkadar protein tinggi 64-76%, kecuali
    a. helodrilus caliginasus
    b. helodrilus foetidus
    c. lumbricus terrestris
    d. lumbricus rubellus
    e. lambreto simelus
  5. Ekstrak jenis-jenis cacing tanah dapat digunakan untuk mengobati sakit ....
    a. disentri
    b. kolera
    c. tifus
    d. muntaber
    e. maag
  6. Kuning telur tentunya sangat baik untuk kesehatan tubuh, mengkonsumi kuning telur menghasilkan berbagai manfaat bagi tubuh sebab telur mengandung ....
    a. DHA
    b. omega 3
    c. asam amino
    d. adenine
    e. choline
  7. Jamu dan obat-obatan tradisional sangat potensial untuk dipelajari dan dikembangkan karena bahan-bahannya merupakan .....
    a. produk impor
    b. hasil laut
    c. kekayaan alam tropis Indonesia
    d. produk dari negara tetangga
    e. pengembangan produk dari luar negeri
  8. Jenis jahe yang dapat dikonsumsi saat masih muda mauun sudah masak dan isa dimanfaatkan dalam bentuk jahe segar atau jahe olahan adalah .....
    a. jahe kuning besar
    b. jahe kuning kecil
    c. jahe emprit
    d. jahe sentil
    e. jahe merah
  9. Bahan alami yang dikeringkan, yang digunakan sebagai obat disebut ....
    a. simplisia
    b. filtrate
    c. tepung
    d. serbuk
    e. tripang
  10. Untuk mendapatkan produk minyak atsiri yang berkualitas, digunakan alat yang tidak bereaksi / menimbulkan kontaminasi terhadap produk minyak. Salah satu contoh material yang baik adalah ....
    a. tembaga
    b. aluminium
    c. fiberglass
    d. glasswood
    e. stainless steel
  11. Bahan nabati di bawah ini yang kandungan minyak dan lemak di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk melapisi kulit agar tidak mudah kekeringan adalah ....
    a. kentang
    b. lidah buaya
    c. alpukat
    d. jahe
    e. tomat
  12. Jahe berikut ini yang memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi dibandingkan dengan 2 klon lainnya, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan adalah ....
    a. jahe emprit
    b. jahe sentil
    c. jahe merah
    d. jahe kuning besar
    e. jahe kuning kecil
  13. Simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman ataueksudat tanaman adalah ....
    a. simplisia hewani
    b. simplisia nabati
    c. simplisia senyawa aktif
    d. penyulingan
    e. pembuatan ekstrak
  14. Alat yang digunakan untuk kondensasi uap yang keluar dari ketel adalah ....
    a. kondensor
    b. kompressor
    c. separator
    d. receiver tank
    e. boiler
  15. Cara penyulingan dengan memasukkan bahan baku, baik yang sudah dilayukan ke dalam ketel penyuling yang telah berisi air kemudian dipanaskan merupakan metode ....
    a. penyulingan dengan uap langsung
    b. penyulingan dengan air dan uap
    c. penyulingan dengan sistem rebus
    d. penyulingan dengan uap langsung dan pengeringan
    e. penyulingan dengan sistem kering
  16. Pada pembuatan simplisia, pengeringan dapat dilakukan dengan alat pemanas / oven pada suhu .....
    a. 10 - 15 derajat celcius
    b. 15 - 20 derajat celcius
    c. 20 - 30 derajat celcius
    d. 40 -50 derajat celcius
    e. 50 - 60 derajat celcius
  17. Alat yang berfungsi untuk memisahkan minyak astiri dengan air berdasarkan perbedaan berat jenis adalah ....
    a. compressor
    b. separator
    c. receiver tank
    d. boiler
    e. condensor
  18. Simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni adalah .....
    a. simplisia hewani
    b. simplisia nabati
    c. simplisia senyawa aktif
    d. penyulingan
    e. pembuatan ekstrak
  19. Pengembangan berikut ini dapat mejnadi salah satu ide agar produk menjadi lebih praktis untuk digunakan dan menarik adalah ....
    a. pengemasan
    b. mengamati bahan-bahan potensial yang belum dimanfaatkan
    c. melakukan perbaikan proses pengolahan produk
    d. perencanaan sistem keuangan
    e. mencari data tentang potensi bahan nabati dan hewani
  20. Berikut adalah tumbuhan yang telah lama dipakai untuk menyuburkan rambut, pemulih luka, serta untuk perawatan kulit yaitu .....
    a. alpukat
    b. bengkoang
    c. lidah buaya
    d. kentang
    e. jahe
Jawablah dengan benar pertanyaan-pertanyaan berikut
  1. Indonesia memiliki keragaman hayati yang sebagain diolah secara tradisional menjadi jamu atao obat-obatan tradisonal. Bagaimana pengembangan dari keragaman hayati tersebut ?
  2. Apakah yang dimaksud dengan bahan baku obat ?
  3. Apa saja manfaat dari putih telur, berdasarkan hasil penelitian Asosiasi Kimia di Amerika Serikat ?
  4. Apakah yang dimaksud dengan Simplisia ? 
  5. Jelaskan metode penyulingan minyak atsiri dengan sistem rebus !

Aksi Solidaritas 'Peduli' MKKS SMA/SMK Negeri/Swasta Kabupaten Bojonegoro Untuk Almarhum Ahmad Budi Cahyanto


Meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto guru honorer Seni Budaya di SMAN 1 Torjun Sampang Madura Jawa Timur tanggal 01/02/2018 yang lalu, menjadi duka yang mendalam bagi dunia pendidikan.

Rabu (07/02/2018), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Negeri dan Swasta se-kabupaten Bojonegoro mewakili segenap keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum Ahmad Budi Cahyanto.

Bentuk aksi solidaritas 'Peduli' atas meninggalnya almarhum Ahmad Budi Cahyanto guru honorer Seni Budaya di SMAN 1 Torjun Sampang Madura Jawa Timur yang diprakarsai oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Negeri dan Swasta se-kabupaten Bojonegoro ini selain penyampian rasa belasungkawa kepada keluarga almarhum juga penyerahan bantuan uang tunai yang telah berhasil dihimpun dari sumbangan secara sukarela dari SMA/SMK Negeri dan Swasta se-kabupaten Bojonegoro.

Hadir dalam rumah duka almarhum Ahmad Budi Cahyanto perwakilan rombongan dari MKKS SMA/SMK Negeri dan Swasta kabupaten Bojonegoro :
  1. SMA Negeri 1 Bojonegoro
  2. SMA Negeri 2 Bojonegoro
  3. SMA Negeri 1 Sumberrejo
  4. SMA Negeri 1 Tambakrejo
  5. SMA Katolik Bojonegoro
  6. SMK Negeri 2 Bojonegoro
  7. SMK PGRI 1 Bojonegoro
  8. SMK PGRI 2 Bojonegoro
  9. Perwakilan 2 Guru Tidak Tetap (GTT) dari SMA dan SMK
  10. Perwakilan 2 siswa dari OSIS SMA dan SMK
Berikut Hasil Penggalangan Dana Aksi Solidaritas Untuk Almarhum Ahmad Budi Wicaksono Dari MKKS SMA Negeri Bojonegoro :
  1. SMA Negeri 1 Bojonegoro        Rp. 3.053.000,-
  2. SMA Negeri 2 Bojonegoro        Rp. 2.320.000,-
  3. SMA Negeri 3 Bojonegoro        Rp. 2.000.000,-
  4. SMA Negeri 4 Bojonegoro        Rp. 1.750.000,-
  5. SMA Negeri 1 Sumberrejo        Rp. 2.035.000,-
  6. SMA Negeri 1 Padangan           Rp. 2.070.000,-
  7. SMA Negeri 1 Kalitidu              Rp  1.600.000,-
  8. SMA Negeri 1 Baureno             Rp. 1.655.000,-
  9. SMA Negeri 1 Kedungadem     Rp. 2.020.000,-
  10. SMA Negeri 1 Kasiman            Rp. 1.150.000,-
  11. SMA Negeri 1 Ngraho              Rp. 1.600.000,-
  12. SMA Negeri 1 Dander              Rp.    660.000,-
  13. SMA Negeri 1 Suguhwaras       Rp. 2.000.000,-
  14. SMA Negeri 1 Gondang           Rp. 1.000.000,-
  15. SMA Negeri 1 Balen                Rp.    750.000,-
  16. SMA Negeri 1 Tambakejo        Rp.    750.000,-
  17. SMA Negeri 1 Model Terpadu  Rp. 1.630.000,-
  18. SMA Negeri 1 Kepohbaru       Rp.    450.000,-
  19. SMA Negeri 1 Bubulan            Rp.    450.000,-
  20. SMA Negeri 1 Malo                Rp.    300.000,-
Dokumentasi Aksi Solidaritas 'Peduli' Almarhum Ahmad Budi Wicaksono Guru Honorer Seni Budaya di SMAN 1 Torjun Sampang Madura Jawa Timur :




  

Mengasah Diri Melalui Wiraga, Wirama dan Wirasa


Ressa
[Komunitas Guru Belajar - Serpong]

Pengalaman menarik yang pernah saya alami saat pertama kali mengajar di sekolah adalah ketika menangani Klub Tari Tradisional untuk anak usia 4- 5 tahun.
Situasi anak-anak yang saya hadapi adalah adanya keragaman dalam keaktifan. Ada yang cerewet dan ada yang tidak mau berbicara sama sekali, dengan kata lain ada gap antara anak yang aktif dan pasif. Di samping itu, di usia mereka yang masih dini, banyak di antaranya yang belum terbiasa bekerjasama serta berani tampil percaya diri di depan umum. Oleh karenanya, hal-hal inilah yang ingin saya bantu kembangkan melalui bidang yang saya ajarkan.
Saya mencoba mengoptimalkan unsur-unsur tarian (Wiraga, Wirama, dan Wirasa) sebagai media belajar anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Sederhananya Wiraga adalah penguasaan gerak, Wirama adalah penguasaan irama/ketukan, dan Wirasa adalah penguasaan rasa (penghayatan).    

Kemudian, saya memikirkan jenis tarian yang di samping dapat mengoptimalkan potensi mereka, juga dapat mengelola keaktifan mereka. Setelah melakukan riset dan berdiskusi dengan rekan guru, akhirnya saya memilih untuk mengajarkan tari Cublak Cublak Suweng yang berasal dari Jawa Timur. Kemudian, sebelum berpraktik saya ajak anak-anak untuk membahas pemahaman tentang menari terlebih dahulu. Apa itu menari dan bagaimana contoh tarian yang akan dipelajari.

Di awal, untuk mengasah kemandirian, saya mencontohkan anak-anak cara memakai selendang dan meminta mereka mencontohnya secara mandiri. Ini saya lakukan berkali kali sampai mereka bisa. Selanjutnya ketika ada anak yang masih belum bisa, teman yang lain membantu. Melalui hal ini proses kemandirian dan kerjasama pun dimulai.
Kegiatan berlanjut ke sesi pemanasan yang berfungsi untuk merenggangkan otot sampai anak tidak merasa kaku untuk bergerak. Kemudian kami memulai untuk bergerak, di mulai dari gerak tangan, kemudian kaki dan menyusul gerak lainnya untuk dapat dirangkai menjadi satu. Pada setiap pertemuan, anak anak melakukan irama 2x8 hitungan yang terus diulang. Melalui irama ini, anak-anak belajar tentang ritme saat melakukan gerakan dan melatih mereka menemukan pola.

Di 10 menit terakhir saya selalu memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk berekspresi melalui lagu kesukaan mereka. Pertanyaan ini saya lontarkan, “Mau lagu apa untuk ending kelasnya?”. Setelah selesai, saya selalu bertanya, “Apa kalian senang?” yang seringkali mereka jawab dengan “Yaa..” Hal ini saya lakukan untuk melihat sejauh mana mereka menikmati proses belajarnya.

Mengasah kekompakan juga menjadi hal yang penting saat menangani mereka. Saya selalu menyampaikan untuk menyatukan Wiraga, Wirama, dan Wirasa, dalam diri mereka dan dalam kelompok. Ketika ada anak yang belum bisa saya selalu memberikan pertanyaan seperti “Teman-teman, A belum bisa gerakan di bagian akhir lagu, bagaimana ya?” Kemudian saya arahkan anak-anak untuk bisa saling membantu. Rutinitas ini terus dilakukan hingga tanpa diminta mereka dapat saling membantu satu sama lain.

Di ruang tari, terdapat cermin besar di dinding agar setiap anak dapat melihat gerakannya sendiri dan membantu proses latihannya. Hal ini juga melatih anak untuk lebih percaya diri karena melihat dirinya secara terus menerus di depan kaca.
   
Kegiatan berlangsung hingga tiba di akhir pertemuan di mana anak-anak harus menampilkan kemampuannya di depan umum (orangtua dan teman-teman kelas yang lain) melalui kegiatan assembly sekolah. Akhirnya, setelah konsisten melatih diri melalui gerak, irama, dan ekspresi, dengan segala kekurangan dan kelebihannya anak-anak mampu menampilkan diri dengan baik dalam kegiatan assembly tersebut.

Pada akhirnya, terdapat perbedaan antara kondisi anak-anak pada saat sebelum dan sesudah berkegiatan menari. Selain memunculkan keaktifan yang merata, anak-anak juga dapat lebih kompak dan cukup percaya diri menampilkan sesuatu di depan umum. Hal ini juga terkonfirmasi dari hasil obrolan dengan orangtua yang ikut mendampingi proses belajar mereka di rumah. Semakin senang perasaan saya ketika kemudian ada anak yang bertanya dengan yakin, “Bu, kapan kita pentas lagi?”

Fisika Yang Tidak Diajarkan Sekolah


Para siswa serius memperhatikan guru fisika mereka menggambar sebuah grafik di papan tulis. Mereka kenal sekali dengan grafik itu, karena seminggu ini pelajaran di kelas memang sedang membahas bab getaran dan gelombang.

"Anak-anak hari ini Bapak punya pelajaran khusus untuk kalian, mari kita tutup sementara rumus yang kemarin. Bapak yakin pembahasan ini penting bagi kehidupan kalian."

Sang guru memberi isyarat agar menyimak gambar yang baru saja ia buat, "Tahukah kalian bahwa kehidupan manusia itu seperti grafik ini. Ada fase naik, ada pula fase turun. Kadang di atas, kadang di bawah. Begitulah keadaan kita, senang-susah, untung-rugi, semua saling melengkapi."

Seisi kelas masih berusaha mencerna penjelasan lanjutan guru mereka. Tentu sambil menanti-nanti filosofi apa yang ingin diterangkan.

"Sekarang jika Bapak bertanya, seandainya hari ini kalian diminta untuk memilih sedang berada di posisi puncak atau lembah, manakah posisi yang kalian inginkan?"

"Puncaak Pak!" Jawaban kompak para murid. Siapa pula yang mau berada di posisi lembah?

"Memang manusiawi jawaban kalian! Lanjut pertanyaan kedua Bapak, apabila kalian sekarang sedang berada di posisi lembah apakah kalian tetap bersyukur?"

Tiba-tiba suasana kelas membisu tanpa kata. Bukankah posisi lembah itu artinya rugi, utang, sakit, bangkrut dan lain sebagainya. Apa yang mau disyukuri?

"Nah inilah yang perlu diluruskan. Ketika sedang tersungkur ke bawah, kita mendadak lupa bahwa Allah sudah mengatur desain kehidupan ini bagaikan sebuah grafik gelombang. Jika hari ini sedang turun, bukankah itu tandanya besok kita akan naik?"

Benar sekali. Sungguh mereka tidak memikirkan apa yang esok akan terjadi! Pandangan mereka seolah terkunci pada posisi terendah tersebut.

"Bahkan kalian menyaksikan sendiri pada grafik ini, semakin curam lembah yang terbentuk akan semakin tinggi puncak yang dihasilkan! Sama seperti kehidupan, semakin besar kegagalan yang dialami maka percayalah akan semakin besar pula kemenangan yang sudah Allah siapkan!"

Tidak salah lagi, pelajaran fisika hari ini sungguh istimewa. Cukup menjadi bekal mereka kelak, bahwa hidup bagaikan bola tenis yang ditumbukkan ke lantai. Semakin kuat tumbukan yang didapat, akan semakin tinggi pula pantulan yang dihasilkan.

Salam Hijrah. 
Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Kegiatan Pembelajaran Praktik Menyiapkan Modul Hidroponik Teknik Air Statik di Kelas 10-3


Kegiatan pembelajaran prakarya kewirausahaan aspek budidaya tanaman hidroponik kali ini di kelas 10-3 sudah masuk pada tahapan persiapan dan praktik pembuatan modul hidroponik. Dimana usia semai tanaman kangkung hidroponik sudah masuk usia 12 hari atau sudah memiliki ciri berdaun empat. Sehingga perlu dipindahkan ke modul hidroponik dan juga pemberian nutrisi pada tanaman kangkung hidroponik. Teknik hidroponik yang dipilih dan disiapkan oleh kelas 10-3 ini  adalah teknik hidroponik Air Statik, yakni Air pada tandon (wadah air) tidak bergerak, tanaman hanya mengandalkan serapan air dari kain flanel / sumbu yang menyentuh permukaan akar pada topangan netpot. Teknik ini sering disebut dengan wick system / sistem sumbu. Dimana wadah air (tandon) yang digunakan pada modul hidroponik disini adalah kotak yang berbahan stereofom dan beberapa memanfaatkan botol plastik bekas.

Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan pembelajaran praktik menyiapkan modul hidroponik teknik Air Statik di kelas 10-3 :

10 Liter Air dimasukan dalam wadah stereofom

Pemberian nutrisi ABMix tiap 1 liter air = 5ml A + 5ml B

Memasukan tanaman hidroponik dalam modul 

Hasil pemindahan tanaman hidroponik dalam modul (wadah stereofom)

Hasil pemindahan tanaman hidroponik dalam modul (wadah botol plastik bekas)


Memberikan Penilaian Pada Orang Lain


Kang Asep [Logika Filsafat]

Saya sering berkata, "Di sini, semua orang bebas menilai".  Tidak saya pungkiri, memberikan penilaian pada orang lain terkadang memang diperlukan. Seperti seorang guru yang membimbing murid-muridnya, dia harus mengerti masalah-masalah pada muridnya, lalu menilai. Guru memberikan soal ulangan, lalu memberi tanda mana yang salah dan mana yang benar, setelah itu memberikan nilai. Dokter juga melakukan hal yang sama, melakuan diagnosa, memahami masalah-masalah pada pasien, lalu memberikan penilaian, untuk kemudian mencari solusi bagi pasien itu.

Hal yang sama terjadi dalam dunia diskusi, satu sama lain seringkali saling menilai, tetapi dalam nuansa yang berbeda. Karena kebanyakan penilaian-penilaian itu dirasakan sebagai "hal tak menyenangkan".  Penilaian-penilaian itu pada umumnya berdampak buruk. Memberikan nilai baik pada orang lain, dapat mendorong orang lain menjadi tinggi hati. Memberikan nilai buruk pada orang lain juga dapat membuatnya merasa terhina. Menjadi tinggi hati atau terhina, keduanya merupakan faktor yang melemahkan akal, sehingga memembuat hilang keseimbangan akal dalam diskusi.

Tanpa mengingkari pentingnya "menilai", saya memilih untuk berusaha tidak terlalu banyak menilai "lawan bicara" pada saat diskusi dengan cara mengurangi penggunakaan kata "anda" atau "kamu" sesedikit mungkin.  Sekali lagi, bukan tidak boleh menilai orang lain, tapi usahakan tidak terlalu banyak dan tidak menjadi kebiasaan. Apalagi kita sudah melihat gejala-gejala, orang lain tidak suka dengan penilaian kita, maka segera hentikan. Singkatnya, "jangan menilai orang lain apabila tidak ada perlunya." sebelum menilai orang lain, kita perlu pikirkan dulu, "apa pentingnya kita menilai orang lain". Dalam diskusi yang sehat, kita harus lebih fokus bahas arugmen, dan jangan bahas pribadi seseorang. "ini bukan tentang aku atau kamu, melainkan tentang ini".

Jangan menilai orang lain sehingga membuatnya harus sibuk membela diri.  Jangan sibuk membela diri sehingga orang lain akan terus menerus membuktikan kebenaran penilaiannya. Jika tidak suka dengan penilaian orang lain, maka abaikanlah saja untuk menunjukan bahwa penilaiannya itu tidak dibutuhkan. Memanglah tidak mudah untuk mengabaikan penilaian orang lain, karena apabila kita merasa orang lain memberikan penilaian tak benar tentang diri kita, itu akan mendorong diri kita untuk membuktikan padanya bahwa kita tidak seperti yang dia katakan. Namun, usaha bela diri kita hanya akan membuat orang lain memberikan penilaian yang lebih banyak lagi. Dan kita, kembali harus melakukan bela diri lebih banyak lagi. Tak berujung.

Apabila kita memang benar-benar perlu memberikan penilaian, maka haruslah penilaian itu dilakukan dengan penuh kerendahan hati dengan berpikir bahwa penilaian tersebut hanya bernilai benar, apabila diakui kebnaranya oleh pihak yang dinilai. Saya misalnya, mengklaim bisa membaca pikiran orang. Tetapi, saya tidak akan gegabah mengatakan "kamu barusan berpikir begitu atau begini." akan tetapi saya akan berkata, "barusan, kamu telah berpikir begini dan begitu, ini yang kamu inginkan, dan hal yang tak kamu harapkan adalah begini. Tetapi, apa yang saya katakan ini belum tentulah benar. Kamu sendirilah yang lebih tahu kebenarannya. Jadi, katakanlah kepada saya, benarkah apa yang saya katakan ? Jangan kamu ragu menyangkalnya, apabila memang apa yang saya katakn tak benar."

Dalam menilai orang lain, pikirkan pula efek yang akan dirasakan orang lain. Apakah penilaian ini akan terasa menyenangkan bagi orang lain ataukah menyakitkan. Diterima ataukah ditolak. Diakui ataukah disangkal. Tak selamanya penilaian buruk itu akan akan ditolak. Seperti dokter yang mendiagnosa bahwa ada batu empedu dalam tubuh ibu saya. Tentu hal itu kabar yang tak menyenangkan. Tetapi, hal itu tidak membuat ibu saya jadi tak suka pada dokter. Malah berterima kasih, karena dokter dapat mendiagnosa penyakit ibu saya dengan benar.  Tetapi, saya kesal pada seorang bidan, karena ketika memeriksa anak saya yang masih bayi, dia menuduh bahwa kami telah membawa anak kami ke dukun beranak, "Ini bekas pijatan dukun beranak. Makanya anak bayi itu jangan dibawa ke dukun beranak,bahwa ke dokter atau ke bidan biar ditangani dengan benar." Bagaimana dia bisa begitu cepat menilai dan menyimpulkan seperti itu tanpa bertanya dulu kepada kami ? Padahal kami sama sekali tidak pernah membawa bayi kami ke dukun beranak. Penilaian yang tidak benar menurut pihak yang dinilai, hanya akan menjatuhkan citra Anda, bahwa Anda bukanlah orang yang kredibel untuk melakukan penilaian. Karena itu, jangan sekali-kali menilai orang lain, apabila penilaian itu sama sekali tidak diminta atau dibutuhkan oleh orang lain

Tugas Mandiri Kewirausahaan


1. Cara yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT dibawah ini, kecuali…
a. Melihat Kekuatan yang dimiliki
b. Melihat Keuntungan\Laba yang diharapkan
c. Melihat kelemahan yang dimiliki
d. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan

2. Bentuk legal yang dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis disebut…
a. Perusahaan perseorangan
b. Persekutuan
c. Perusahaan sendiri
d. Perusahaan perbankan

3. Jenis modal yang diperukan dalam menjalakan usaha adalah…
a. Modal Infestasi awal
b. Modal Kerja
c. Modal Operasional
d. Semua Benar

4. Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan social ekonomi masyarakat wirausaha dapat berperan dalam…
a. Menciptakan Lapangan kerja baru
b. Menambah laba\keuntungan
c. Membuka usaha sendiri
d. Menambah beban Negara

5. Perencanaan yang baik sangat diperlukan oleh wirausaha baru karena…
a. Dengan perencanaan kita akan laba
b. Dengan perencanaan, orang langsung berhasil
c. Dengan perencanaan, orang tidak pernah rugi
d. Dengan perencanaan dapat menjawab semua pertanyaan yang timbul dimasa yang akan datang

6. Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita,selama masih ada kebutuhan dan keinginan.Selama itu pula terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan,kecuali :
a.mengenali kebutuhan pasar
b.Mengembangkan produk yang telah ada
c.Memadukan bisnis -bisnis yang ada
d.melihat sumber ide bisnis

7. TQM(Total Quality Management)sangat penting dalam bidang kewirausahaan ,TQm itu sendiri adalah
a.Adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus
b.Adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara singkat
c.Adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara tepat
d.Adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara baik

8. Tiga jenis modal yang diperlukan dalam menjalankan usaha adalah :
a.Modal investasi awal
b.Modal keraja
c.modal Operasional
d.A,B,C, benar

9. Salah satu teknik dalam melakukan pengenalan pasar adalah :
a.Menentukan strtegi pemasaran
b.Mengembangkan pasar
c.Analisis SWOT
d.Melakukan diversifikasi

10. Kunci utama keberhasilan sebuah usaha adalah :
a.kejujurabn
b.Kedermawanan
c.Kebersamaan
d.A,b benar

11. Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya
a. kemauan keras
b. berpikir maju ke depan
c. kemampuan untuk lebih baik
d. bekerja secara tekun dan mandiri
e. sanggup memikul resiko

12. Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah …
a. lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis
b. supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan
c. menggunakan proses pikir yang positif
d. berjuang tidak mengenal lelah
e. kemauan keras

13. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap …
a. Teliti
b. mandiri
c. Mengenal potensi diri
d. berpedoman pada program
e. manajemen yang baik

14. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir …
a. Regresif
b. kreatif
c. Positif
d. Realistis
e. konseptual

15. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki …
a. Kekayaan 
b. kemandirian
c. Gagasan baru dan diwujudkan
d. Kredibilitas
e. pengalaman

16. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut …
a. Informasi 
b. sosialisasi
c. Komunikasi
d. Internalisasi
e. indoktrinasi

17. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut …
a. Inovasi
b. Kreativitas
c. Konsep
d. Penemuan
e. pemanfataan

18. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah …
a. memperkaya wawasan lingkungan
b. memperluas pergaulan
c. memperkaya imajinasi dan daya khayal
d. meningkatkan tingkat kecerdasan
e. mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan

19. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut …
a. Potensi
b. Otosugesti
c. Punishment & reward
d. sosialisasi
e. self confidence

20. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah …
a. banyak berlatih dan disiplin
b. berpikir lateral
c. banyak mendengarkan berita
d. belajar teori semata
e. berkhayal dan bermimpi

21. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut …
a. Teledor
b. Apatis
c. Disiplin
d. Posesif
e. kreatif

22. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan …
a. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif
b. berusaha mencapai target produksi
c. memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita
d. menetapkan tujuan usaha yang bervariasi
e. menolak setiap inovasi dari luar

23. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem …
a. Pengajaran
b. Kombinasi
c. organisasi
d. Pendidikan
e. magang

24. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah …
a. pengembangan jiwa/sifat profesional
b. menjadi warga negara yang produktif
c. kemampuan memilih karier dan kompetisi
d. membangun dan mengembangkan net work
e. dapat menghayati peran wirausahawan

25. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah …
a. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata
b. banyak istirahat di waktu luang
c. membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan
d. menggunakan waktu luang dengan bepergian
e. bekerja sambil bermain

26. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari …
a. bekerja produktif
b. Bekerja imajinatif
c. bekerja fleksibel
d. bekerja secara kreatif
e. bekerja efektif dan efisien

27. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah …
a. Origami
b. Berladang
c. belajar di sekolah
d. berkebun
e. traveling

28. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah …
a. lingkungan wirausahawan
b. Positif dan negatif
c. pemasaran
d. lingkungan alam
e. orientasi sejarah

29. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan …
a. mencari alternatif pemecahan masalah
b. mengidentifikasi atau mengenali masalah
c. memilih alternatif yang paling efektif dan efisien
d. melaksanakan alternatif yang diperoleh
e. mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

30. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi …
a. kepastian penuh
b. Ketidakpastian sepenuhnya
c. resiko
d. kepastian tidak penuh
e. stabilitas

31. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah …
a. pertumbuhan ekonomi
b. Kesempatan kerja
c. neraca pembayaran
d. fluktuasi kurs mata uang
e. tingkat inflasi

32. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah …
a. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran
b. kurangnya analisis situasi yang memadai
c. lemahnya proses komunikasi
d. tujuan dan sasaran yang tidak realistis
e. kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

33. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk …
a. visi perusahaan
b. Tujuan perusahaan
c. kunci keberhasilan perusahaan
d. misi perusahaan
e. program perusahaan

34. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan …
a. pemimpin pasar
b. Merajai pasar
c. mengalahkan pasar
d. menguasai pasar
e. mendominasi pasar

35. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem …
a. opportunities and threats
b. strength, weakness, opportunities and threats
c. opportunities and strength
d. strength and weakness
e. opportunities and weakness

36. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah …
a. perkembangan usaha
b. Harga
c. keuntungan
d. diskripsi produk
e. segmen pasar

37. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah …
a. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman
b. kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman
c. kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya
d. kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang
e. kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

38. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain …
a. ada izin usaha
b. sedang mendapat bantuan dari pihak lain
c. sedang menyelesaikan angsuran terakhir
d. ada rencana usaha jangka panjang
e. pengusaha campuran

39. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut …
a. kredit modal kerja
b. Kredit investasi kecil
c. kredit modal permanen
d. kredit bank
e. kredit investasi

40. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut …
a. perencanaan kredit
b. Administrasi kredit
c. program memperoleh kredit
d. permohonan kredit
e. pengawasan kred

Masa Depan


Seekor burung memang memiliki volume otak yang kecil, kedua kaki yang lemah, serta paruh yang rapuh. Tetapi dengan kehendak Allah, seekor burung mampu membuat sarang dengan rancangan arsitektur yang penuh perhitungan dan cermat.

Salah satu jenis mereka yang membuat sarang dengan fantastis adalah burung Ovenbird, karena mereka membuatnya dari tanah liat membentuk seperti sebuah gua!

Ovenbird rela berjerih payah selama satu bulan lamanya menata bagian demi bagian tanah liat sebanyak yang ia sanggup capit dengan paruhnya. Entahlah bagaimana seekor hewan kecil seperti itu bisa berjiwa besar.

Sabar, tekun, siap untuk jerih payah demi mereka memiliki kehidupan yang nyaman di masa depan dalam sebuah sarang yang teduh.

Sebaliknya dengan kita, kemanakah kesabaran dan ketekunan kita saat membicarakan masa depan? Padahal kita telah hafal ayatnya bahwa masa depan itu jauh lebih penting.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk masa depan (akhirat).” (Surat Al Hasyr: 18)

Kemanakah orang-orang yang rela berjerih payah demi masa depan? Atau jerih payah hanya mata uang yang berlaku untuk pengejar dunia saja, dan tidak laku lagi bagi para perindu masa depan?

Alangkah anehnya manusia yang menduga bahwa kehidupan yang nyaman di masa depan dalam surga yang teduh bisa diraih dengan santai-santai dan bermalas-malasan.

Jika burung Ovenbird melihat keadaan kita, apa kira-kira kicauan mereka melihat tingkah kita yang menggelikan ini?

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Setiap Rezeki Ada Waktunya dan Setiap Waktu Ada Rezekinya


Pada akhirnya tidak semua fenomena biologis bisa dijelaskan secara ilmiah, salah satunya tentang misteri mengapa kuku dari kelima jari tangan kita tidak tumbuh dengan kecepatan yang sama.

Saudara pasti menyadari saat memotong kuku, bahwa jari-jari kita ini satu sama lain memiliki kuku yang berlainan panjang. Faktanya memang kuku jari tengah yang paling cepat tumbuh, di sisi lain ternyata ibu jari yang paling lambat.

Secara teori, kuku dihasilkan sel-sel kulit jari. Pertumbuhannya dipengaruhi sistem sirkulasi darah. Jadi seharusnya kelima jari ini mendapat jatah kuku yang sama panjang, karena berada pada tangan yang sama dan mendapat bagian dari siklus jantung yang sama.

Tetapi Allah menginginkan kita untuk belajar, bahwa segala sesuatu telah memiliki bagian masing-masing.

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."
(Surat Al-Qomar : 49)

Oleh karena itu, tidak perlu ada yang kita cemaskan bila ketika hari berganti hari kemudian kita merasa ada rezeki yang berkurang. Sebenarnya tidak ada apa-apa. Hanya hari itu mungkin rezeki yang kita dapatkan dalam bentuk yang berbeda dengan hari kemarin.

Saat omset penjualan tinggi, bagian kita berupa keuntungan. Saat omset menurun, mungkin waktunya untuk evaluasi ilmu yang belum kita kuasai, dan action yang belum maksimal. Pada akhirnya ilmu dan action tersebut rezeki juga bagi kita bukan?

Ketika menemui orang-orang yang menyenangkan, bagian kita berupa kebahagiaan disapa dengan ramah dan tulus. Ketika bertemu dengan orang yang menyebalkan, justru karena merekalah kita dilatih dan ditempa menjadi kuat. Kapan lagi kesempatan seperti ini datang? Iya kan!

Tidak mungkin setiap hari kita hanya menemui rezeki yang sama, dengan jumlah yang sama dan bentuk yang sama. Karena setiap jari tidak memiliki kuku yang sama panjang.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita

Kegembiraan 'Ojo Lali Bahagia'


Kang Asep:
Kegembiraan - Logika Filsafat

"Hidup ini perlu kegembiraan". Ini merupakan kalimat yang sering saya katakan. Karena itu, "bergembiralah dalam hidup ! Dan gembirakan orang-orang yang ada di sekitar kita ! Berilah kabar gembira, kepada mereka yang berbuat kebaikan." Tapi pada satu kesempatan, sayapun pernah mengatakan "Rasa gembira adalah musuh kesadaran." Ini terkesan kontradiksi. Tapi benarkah itu kontradiksi ?

Bangunlah di pagi hari dengan perasaan penuh syukur dan gembira. Sambut hari dengan senyuman. Jangan membuat pertengkaran di pagi hari, agar hidup bergembira sepanjang hari. Hidup yang ceria diawali dari pagi yang gembira.

Apabila Anda seorang kepala keluarga, luangkan waktu di akhir pekan, untuk mengajak keluarga anda bergembira. Ajak anak-anak berwisata ke tempat-tempat yang tidak saja memberikan rasa gembira, tetapi juga memberikan edukasi. Biarkan mereka belajar dari alam dengan gembira.

Lalu, bagaimana saya mengatakan "rasa gembira merupakan musuh kesadaran" ?

A ) setiap rasa gembira adalah musuh kesadaran
O ) sebagian rasa gembira bukan musuh kesadaran

mana yang benar ?

Yang benar adalah O, sebagian rasa gembira bukan musuh kesadaran.

A) setiap rasa gembira itu dibutuhkan
O) sebagian rasa gembira tidak dibutuhkan

mana yang benar ?

Yang benar adalah O, sebagian rasa gembira tidak dibutuhkan.

Salah satu tujuan meditasi adalah mengembangkan kesadaran. Dalam suatu pengalaman, perkembangan kekuatan kesadaran hingga tahap-tahap tertentu ditandai dengan munculnya kekuatan-kekuatan supranatural. Salah satunya adalah levitasi, di mana tubuh terangkat dari bumi seolah-olah gaya gravitasi tidak bekerja lagi. Ketika seorang meditator mengalami ini, kemudian dia melihat dirinya melayang di udara, lalu dia merasa gembira. Dan karena merasa gembira, kesadaran melemah dan lalu kekuatan supranatural itu lenyap. Diapun terjatuh. Karena itu, dalam kondisi ini "kegembiraan merupakan musuh kesadaran".

Dalam hidup sehari-hari, kita dapat bercanda ria dan tertawa bersama keluarga. Ini hal yang berguna untuk membangun harmoni keluarga. Tetapi saat Anda memasuki persemedian, berdzikir dan bermunajat pada Allah SWT, di situ Anda harus berhenti bercanda, berhenti tertawa. Karena tawa Anda akan menghambat berkembangnya konsentrasi dan kesadaran. Sama halnya Anda yang masih duduk di bangku sekolahan. Sebelum masuk kelas, bolehlah Anda bercanda ria bersama teman-teman. Tetapi, apabila Anda sudah memasuki ruang kelas, di situ Anda perlu berkonsentrasi, khusyuk, dengan serius menyimak pengajaran yang diberikan guru. Canda ria di waktu yang tidak tepat, dapat merupakan gangguan. Demikian pula, rasa gembira, apabila muncul pada saat yang tidak tepat, itu dapat menjadi musuh kesadaran.

Salah seorang tetangga saya, dia seorang pendekar dan bertubuh kekar. Tapi suatu hari tiba-tiba dia pingsan, karena terlalu gembira mendapatkan hadiah sebesar 40 juta rupiah. Ini menunjukan, rasa gembira dapat membuat seorang pendekar sekalipun jatuh pingsan. Maka seperti itu pula, rasa gembira dapat melemahkan kekuatan batin, melenyapkan kekuatan-kekuatan supranatural, sehingga disebut "musuh kesadaran".  Tapi di akhir pekan, saat Anda berlibur bersama keluarga, rasa gembira adalah sahabat keluarga. Dengan demikian, situasi dan kondisi yang menjadikan rasa gembira sebagai musuh ataukah sahabat.

Saat Anda mendapat pujian, janganlah gembira. Karena itu musuh kesadaran. Saat anda mendapatkan kabar bahwa Anda akan memperoleh keuntungan yang besar dari usaha Anda, janganlah bergembira. Itu juga musuh kesadaran. Saat Anda mendapatkan hadiah yang banyak, hati-hati dengan rasa gembira. Karna itu dapat melemahkan kekuatan kesadaran Anda.

Kegiatan Pembelajaran Praktik Menyiapkan Modul Hidroponik Teknik NFT di Kelas 10-6


Kegiatan pembelajaran prakarya kewirausahaan aspek budidaya tanaman hidroponik kali ini di kelas 10-6 sudah masuk pada tahapan persiapan dan praktik pembuatan modul hidroponik. Dimana usia semai tanaman kangkung hidroponik sudah masuk usia 12 hari atau sudah memiliki ciri berdaun empat. Sehingga perlu dipindahkan ke modul hidroponik dan pemberian nutrisi pada tanaman kangkung hidroponik. Teknik hidroponik yang dipilih dan disiapkan oleh kelas 10-6 ini  adalah teknik hidroponik NFT, yakni teknik hidroponik dimana pemberian nutrisi tanaman terlarut dengan menggunakan aliran air yang tipis melewati wadah saluran pipa paralon, langsung mengenai perakaran terbuka dan berlangsung secara terus menerus. NFT perlu dirancang dengan baik pada jenjang dan kemiringan saluran yang tepat, dan laju air yang tepat. Hal ini didasarkan agar perakaran dan tanaman mendapatkan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang merata pada setiap tanaman. Karena NFT memerlukan sirkulasi air yang terus menerus, maka diperlukan pompa air sebagai penggeraknya. Sedangkan nutrisi yang digunakan dalam tanaman terlarut adalah nutrisi ABMix.

Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan pembelajaran praktik menyiapkan modul hidroponik teknik NFT di kelas 10-6 :

  


 
Copyright © 2017 PRAKARYA. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger