Home » » Menumbuhkembangkan Budi Pekerti Peserta Didik Melalui Pembudayaan Ekosistem Literasi Sekolah Yang Diwujudkan Dalam Gerakan Literasi Sekolah

Menumbuhkembangkan Budi Pekerti Peserta Didik Melalui Pembudayaan Ekosistem Literasi Sekolah Yang Diwujudkan Dalam Gerakan Literasi Sekolah

Posted by PRAKARYA on 3/12/2017


Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis, namun mencakup ketrampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.
Deklarasi UNESCO menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan - kemampuan ini perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpatisipasi dalam masyarakat informasi, dan ini bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.

Programme for International Student Assessment (PISA) 2009  menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012

Pada abad ke-21 ini, sudah menjadi tuntutan kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif dibutuhkan

Disini Ikhtiar diperlukan dengan upaya menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat
 
Mengacu pada metode pembelajaran Kurikulum 2013 yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran dan guru sebagai fasilitator, kegiatan literasi tidak lagi berfokus pada peserta didik semata. Guru, selain sebagai fasilitator, juga menjadi subjek pembelajaran. Akses yang luas pada sumber informasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya dapat menjadikan peserta didik lebih tahu daripada guru. Oleh sebab itu, kegiatan peserta dalam literasi tidak lepas dari kontribusi guru, dan guru sebaiknya berupaya menjadi fasilitator yang berkualitas.

(Membaca)
  1. Pelaksanakan kegiatan 15 menit membaca kitab suci sebelum pembelajaran dimulai
  2. Pelaksanakan kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum pembelajaran dimulai 
(Menulis)
  • Novel - Karya siswa/siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro 
  • Cerpen - Karya siswa/siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro 
  • Cerkak - Karya siswa/siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro
  • Blog -  Karya siswa/siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 PRAKARYA. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger