PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

8/14/2017

Mengenal Sistem Tanaman Hidroponik


Materi   : Prakarya Kewirausahaan - SMAN 1 Bojonegoro
Kelas     : 12
Guru     : Purnomo Wahyudi,ST


PENGENALAN SISTEM BERTANAM SECARA HIDROPONIK

Berasal dari kata yunani hydro berarti air, dan ponos berarti kerja/daya, dan sering disebut dengan kata hydroponic/hidroponik. Budidaya tanam tanpa menggunakan tanah, memanfaatkan air sebagai penghantar oksigen dan nutrisi/zat hara yang dibutuhkan sebagai makanan tanaman. 

Kelebihan sistem hidroponik antara lain :
  1. Penggunaan lahan lebih efisien,
  2. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah,
  3. Tidak ada resiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun,
  4. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih,
  5. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien,
  6. Periode tanam lebih pendek, dan
  7. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah,
  8. Dapat memanfaatkan limbah bekas
Kekurangan sistem hidroponik, antara lain :
  1. Membutuhkan modal yang besar di awal,
  2. Pada sistem nutrisi disirkulasi, jika ada tanaman yang terserang patogen maka dalam waktu yang sangat singkat seluruh tanaman akan terkena serangan tersebut, dan
  3. Pada sistem air statis, kapasitas memegang air media lebih kecil daripada media tanah; sedangkan pada sistem volume air dan jumlah nutrisi sangat terbatas sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.
Media tanam yang diperlukan

Untuk menanam hidroponik tentu saja memerlukan media sebagai tempat tumbuh tanaman, diantaranya :

1. Rockwool

Media tanam hidroponik yang mempunyai kelebihan dibanding dengan media tanam lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini

2. Cocopeat
 Serbuk halus sabut kelapa yang dihasilkan dari proses penghancuran sabut kelapa. Dalam proses penghancura sabut dihasilkan serat yang lebih dikenal sebagai fiber, serbuk halus sabut dikenal sebagai cocopeat.

3. Sekam Bakar


Arang sekam yang dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Arang sekam memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk bokashi, media tanam dan media persemaian.

4. Pasir Malang


Media tanam pasir malang terbuat dari lahar atau magma dari gunung berapi dan mendingin secara cepat. Pasir ini digunakan sebagai campuran media sehingga lebih cepat melewatkan air dan tidak mudah becek.

5. Starter Kit Hidroponik 


Starter kit merupakan konsep hidroponik sistem wick atau sumbu. Sistem hidroponik ini sangat dianjurkan bagi pemula dan yang paling sederhana. Paket Starter kit :

  • Bak untuk menampung larutan nutrisi
  • Net pot hidroponik
  • Potongan rockwool yang telah disesuaikan untuk ukuran net pot
  • Sumbu Flanel
  • Nutrisi AB mix 
Secara umum ada beberapa teknik hidroponik yang sering digunakan, antara lain :

1. Sistem air statik


Air pada tandon (wadah air) tidak bergerak, tanaman hanya mengandalkan serapan air dari kain flanel / sumbu yang menyentuh permukaan akar pada topangan netpot. Teknik ini sering disebut dengan wick system / sistem sumbu.

Contoh Sistem air statik :


2. Sistem air aktif / water culture


Sistem hidroponik aktif ini mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Pergerakan air yang disebabakan oleh gelembung udara buatan (aerator), maupun memompa air secara dinamis, memberikan suppali udara / oksigen yang lebih pada tanaman.

Contoh Sistem air aktif :


3. Sistem Fertigasi (Fertilizer + Drip Irrigation)


Fertigasi adalah pemupukan yang dilakukan dengan cara irigasi. Sistem berkebun ini banyak digunakan oleh para petani karena memiliki keunggulan fungsi, antara lain :

  • Pupuk / nutrisi diarahkan langsung mengenai perakaran tanaman, efektifitas produksi tanaman lebih terjamin
  • Menjamin kebersihan media tanam dan untuk menghindari beberapa penyakit.
  • Mendistribusikan oksigen yang terlarut dalam air diperlukan pertumbuhan tanaman.
  • Mengefisiensikan tenaga kerja, karena penyiraman cukup dilakukan dari satu wadah besar yang didistribusikan ke setiap tanaman.
  • Menghemat penggunaan pupuk/nutriai karena tidak banyak nutrisi yang terbuang cuma-cuma.
Drip Irrigation, pengembangan dari sistem fertigasi denga metode tetes saat pemberian nutrisi/pupuk pada tanaman dengan alat tetes.

Contoh Sistem Fertigasi :


4. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)



NFT adalah teknik hidroponik dimana pemberian nutrisi tanaman terlarut dengan menggunakan aliran air yang tipis melewati sebuah wadah saluran (gully/talang), langsung mengenai perakaran terbuka dan berlangsung secara terus menerus. NFT dirancang dengan baik pada panjang dan kemiringan saluran yang tepat, dan laju air yang tepat. Hal ini didasarkan agar perakaran dan tanaman mendapatkan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang merata pada setiap tanaman. Adapun standar umum dalam membuat NFT dengan 5% kemiringan saluran parit (gully/talang), panjang saluran parit (gully/talang) 1 s/d 2 liter/menit, ini didesain agar mendapatkan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang cukup dan merata. Disebabkan NFT memerlukan sirkulasi air yang terus menerus ada beberapa kelemahan yang biasa sering dihadapi oleh beberapa petani hidroponik, diantaranya NFT harus memiliki pasokan listrik yang stabil untuk menghidupkan pompa air sebagai penggeraknya. 

Contoh sistem NFT :


5. Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)


Tanaman akan mendapatkan air, nutrisi, dan oksigen melalui mekanisme pemompaan air yang menyentuh akar saat pasang, dan saat timer pompa berhenti air akan kembali ke bak penampungan sehingga air pada bak media tanam akan surut kembali. Antara saat pasang dan surutnya air terletak pada pengaturan settingan timer yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenis tanaman.
Peralatan yang umumnya digunakan antara lain, media tanam, bak penampungan, pompa air, timer, wadah pot tanaman, drainase (pipa, selang, dan accessories lainnya).

Keunggulan dari sistem pasang surut ini adalah akar tanaman mendapatkan suplai air, nutrisi, dan oksigen secara periodec. Air mengandung oksigen yang lebih baik terjadi akibat pasang surut.

Contoh sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain) :


6. Sistem Aeroponik


Aeroponik adalah proses penumbuhan tanaman dalam lingkungan udara atau kabut tanpa menggunakan tanah atau media agregat (dikenal sebagai geoponics). Penyempurnaan dari sistem hidroponik pada umumnya, aeroponik dilakukan tanpa media tanam, hanya perakaran yang menggantung pada penyangga untuk diberikan kabut untuk pemberian nutrisi.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam sistem ini antara lain :
  1. Jet Pump
  2. Timer
  3. Nozzle Sprinkler Accessories
  4. Pipa Paralaon / PVC
  5. Pipa Etilen 
Contoh Sistem Aeroponik :



Refferensi  : Pelatihan Bersama Komunitas Hidroponik Bojonegoro



Post a Comment