Home » » Disiplin Positif 'Peraturanmu, Bukan Peraturan Muridmu'

Disiplin Positif 'Peraturanmu, Bukan Peraturan Muridmu'

Posted by PRAKARYA on 11/05/2017








Mahayu Ismaniar (Komunitas Guru Belajar)

Disiplin....
Apa yang terlintas dibenak kita ketika mendengar kata disiplin..???

Acap kali, banyak dari kita mendefinisikan disiplin sebagai taat pada peraturan yang ada/berlaku. Tujuan dari disiplin pun adalah untuk mencapai hal baik agar tidak melakukan kesalahan. Pada praktiknya yang sering kita jumpai adalah tujuan yang baik namun praktik khilaf.

Disiplin positif tidak hanya bertujuan untuk patuh pada peraturan tapi kemampuan untuk mengelola diri, mengetahui mana yang baik untuk dirinya. 'peraturanmu, bukan peraturan muridmu' Libatkan mereka dalam membuat peraturan.

Setelah peraturan dibuat bersama dan disepakati, dan kenapa masih dilanggar?? sekali..,dua kali..,tiga kali..,bahkan berkali-kali.

Dimana letak masalahnya..? apakah peran kita belum maksimal ...?

Jawabnya ternyata iya...kita belum mengenal peran atau posisi kontrol kita sebagai apa..Pada praktiknya sering kita jumpai 'Tujuan yang baik namun praktif khilaf'.

Posisi kontrol : 1. menjadi penghukum..,2. menjadi pembuat rasa bersalah..,3. menjadi teman..,4. menjadi pengawas..,5. menjadi manager.

Dari kelima posisi itu, kita sadari bahwa poin 1, 2 dan 3 sering kita lakukan. Setelah mengenal disiplin positif, kita coba merubah ambil peran dan disarankan poin 4 dan 5. Hasilnya, jangka panjang. Ketika mereka senang, kita pun tenang. 

Ingat...!!! dampak ketika kita menjadi si penghukum, siswa cenderung mengulangi kesalahan. Si pembuat rasa bersalah, siswa akan cenderung rendah diri dan ketika menjadi teman, perlu diingat teman adalah suatu hubungan yang tidak bisa kita kendalikan. 

Identitas keberhasilan dari disiplin adalah mampu mengendalikan diri, memiliki kesadaran dari dalam diri sendiri tanpa adanya paksaan.



SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 PRAKARYA. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger