PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

1/23/2018

Serunya belajar budidaya tanaman hidroponik di kelas 10-7


Kegiatan belajar mengajar di sekolah pada jam-jam terakhir yaitu pukul 14.00 WIB ke atas, seperti halnya pembelajaran di kelas 10-7 saat ini, biasanya suasana kelas mulai kurang kondusif. Banyak siswa yang semangat belajarnya mulai menurun. Hal ini bisa berakibat proses pembelajaran tidak bisa berjalan dengan efektif karena tidak adanya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Selain itu, materi pelajaran yang disampaikan juga tidak bisa diserap oleh siswa karena kurangnya respon dari siswa untuk menerima pelajaran . 

Melihat kondisi kelas yang kurang kondusif seperti ini, tentunya perlu mencari terobosan agar pembelajaran yang disampaikan dapat berjalan efektif dan siswa dapat bersemangat kembali untuk menerima pelajaran. Dengan demikian perlu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan dengan metode pembelajaran yang tidak monoton.

Di pertemuan minggu yang lalu, setelah mengetahui bahwa tanaman hidroponik adalah tanaman yang hidup dalam proses pembudidayaanya dengan memanfaatkan air sebagai media pertumbuhannya terlepas dari yang namanya penggunaan tanah.  Kali ini belajar budidaya tanaman hidroponik pada tahapan praktik awal proses menyemai biji kangkung di mata pelajaran prakarya kewirausahaan sudah sampai pada  kelas  10-7. Selasa, [23/1/2018].

Seperti yang sudah disampaikan pada postingan yang lalu, bahwa proses penyemaian biji kangkung tanaman hidroponik ini dibagi menjadi 2 tahap, diantaranya :
  1. Proses menyemai biji kangkung dalam ruangan.
    Langkah awal siswa mempersiapkan media tanam hidroponik, disini media tanam yang digunakan adalah rockwool yang dipotong kecil-kecil besarnya kurang lebih 2 s.d.3 cm dan diletakan di wadah nampan / baki. Kemudian siswa melubangi bagian atas rockwool sesuai kebutuhan untuk diberikan / dimasukan biji kangkung yang sudah disiapkan. Setelah semua biji kangkung ditanam di media rockwool, langkah berikutnya rockwool dan biji dibasahi dengan air secukupnya. Proses penyemaian biji kangkung tanaman hidroponik dalam rungan ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 s.d. 3 hari untuk mendapatkan biji kangkung pecah dan berkecambah (sproud).
  2. Proses menyemai biji kangkung diluar ruangan.
    Setelah mendapatkan biji kangkung pecah dan berkecambah (telah terjadi kondisi sproud), langkah berikutnya pemindahan penyemaian diluar ruangan. Disini tanaman kangkung bisa langsung mendapatkan sinar matahari yang cukup. Terlalu lama tanaman kangkung diletakan didalam ruangan atau kurang mendapatkan sinar matahari bisa berdampak kurang baik bagi pertumbuhan tanaman kangkung itu sendiri, yakni kondisi tanaman kangkung jadi kurus tinggi langsing (kutilang). Proses penyemaian diluar ruangan ini membutuhkan waktu kurang lebih 12 hari atau berciri tanaman sudah berdaun 4 baru dapat dipindahkan di modul hidroponik yang telah dibuat. Selama proses penyemaian diluar ruangan ini untuk selalu menjaga kondisi kelembapan rockwool agar tidak kering dan belum diberikan nutrisi.
Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan budidaya tanaman hidroponik pada tahapan awal proses penyemaian biji kangkung di kelas 10-7 :



Post a Comment