PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

2/25/2018

Kewirausahaan Pengolahan Makanan Awetan Hewani ke-2

Materi : Kewirausahaan Pengolahan Makanan Awetan Hewani ke-2

[Kelas 10]

Jenis usaha makanan awetan dari bahan hewani ini disesuaikan dengan ketersediaan jenis sumber daya alam hewani yang ada di daerahnya masing-masing sehingga berbasis bahan baku lokal. Hal ini akan menekan harga pokok produksi dari produk tersebut karena bahan baku tidak memelukan biaya transportasi. 
Makanan awetan dari bahan hewani adalah makanan yang dibuat dari sumber daya alam hewani yang sudah melalui proses pengolahan yang tepat sesuai dan dikemas dengan baik, baik menggunakan pengawet (sesuai kriteria BPOM) maupun tidak sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang. 

Pengembangan produk makanan dapat dilakukan dengan melakukan beberapa prinsip pengolahan, pengemasan yang baik dan modifikasi. Modifikasi dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya memberikan variasi rasa dan bentuk, memperpanjang usia produk agar lebih awet, dan meningkatkan tingkat higine produk. Modifikasi dapat dilakukan terhadap bahan baku, proses dan tampilan produk akhir. Modifikasi bahan dapat dilakukan untuk menghasilkan cita rasa dan aroma yang baru atau untuk pemanfaatan bahan baku yang ada di daerah sekitar. Modifikasi proses dapat dilakukan untuk menghasilkan tekstur yang berbeda dan untuk meningkatkan keawetan serta higiene dari produk. Modifikasi tampilan dapat dilakukan dengan pembentukan makanan, penambahan hiasan dan pengemasan.

Makanan berdasarkan kadar airnya dapat dibagi menjadi makanan kering dan makanan basah. Produk makanan dapat juga dikelompokan menjadi makanan jadi dan makanan setengah jadi. Makanan jadi adalah makanan makanan yang dapat langsung disajikan dan dimakan. Makanan setengah jadi membutuhkan proses untuk mematankannya sebelum siap untuk disajikan dan dimakan.

Teknologi pengolahan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah suatu produk, termasuk sumber daya alam hewani yang melimpah, bisa dilakukan pengolahan yang tepat sehingga menghasilkan produk yang baik. Sumber daya alam hewani sangat mudah rusak sehingga dalam pengolahan diperlukan metode untuk mengawetkannya.

Beberapa prinsip pengawetan yang bisa dilakukan dalam proses pengolahan makanan, yaitu sebagai berikut :
  1. Pengawetan dengan suhu tinggi, bisa dilakukan dengan pengeringan (baik pengeringan alami seperti sinar matahari, maupun pengeringan buatan misalnya dengan oven) dan pengasapan.
  2. Pengawetan dengan suhu rendah, bisa dilakukan dengan proses pendinginan dan pembekuan
  3. Pengawetan dengan iradiasi. Iradiasi merupakan salah satu jenis pengolahan bahan makanan yang menerapkan gelombang elektromagnetik. Iradiasi bertujuan mengurangi kehilangan akibat kerusakan dan pembusukan, serta membasi mikroba dan organisme lain yang menimbulkan penyakit terbawa makanan. 
  4. Pengawetan dengan bahan kimia bisa dilakukan dengan karbon dioksida, gula, asam dan garam.
Setiap produk bisa menggunakan salah satu metode tersebut diatas atau mengkombinasikan beberapa metode sampai didapatkan produk yang mempunyai kewawetan seperti yang diharapkan.

Video Proses Pengolahan Es Krim :


Pengemasan makanan berfungsi menjaga agar produk tetap higiene dan awet, mudah dikonsumsi dan mudah didistribusikan. Pada produk makanan proses pengemasan berkaitan erat dengan proses pengolahan produk. Pengemasan berperan penting dalam menentukan keawetan produk makanan yang dikemasnya. Kemasan makanan mempunyai tujuan untuk melindungi produk dari pengaruh lingkungan seperti uap air dan mikroorganisme. Kemasan selain berfungsi melindungi produk makanan dari benturan yang dapat menyebabkan kerusakan pada bentuk dan isi kemasan juga untuk memudahkan penangan produk, distribusi, memberikan infromasi dan menjadi daya tarik bagi pembeli. Pada kemasan harus dicantumkan keterangan dan informasi teknis tentang produk makanan yang ada didalamnya, seperti berat bersih, kandungan bahan dan keterangan kadaluarsa.
Post a Comment