PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

9/16/2018

Budidaya Ikan Hias Cupang


Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.

Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.

Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Ada dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cara Budidya Ikan Cupang

[Persiapan bahan-bahan budidaya ikan cupang] 
  1. Siapkan aquarium berukuran 30 x 40 cm
  2. Siapkan air jernih, tidak berbau, tidak menganung karat dengan PH kisaran antara 7 s.d 7,5
  3. Siapkan daun ketapang untuk mengatur PH air aquarium
  4. Siapkan indukan jantan usia 4 s.d 7 bulan yang agresif dan sehat serta dapat menghasilkan busa yang banyak
  5. Siapkan indukan betina usia 3 s.d 7 bulan yang berukuran gemuk / buncit (penuh sel telur)
  6. Siapkan benda yang bisa mengapung di atas permukaan air seperti gabus, daun, dll dengan ukuran 5x5 cm, tujuannya untuk tempat kedudukan busa jantan dan telur setelah proses perkawinan.

[Proses pengkawinan dan pembesaran ikan cupang] 
  1. Masukan ikan cupang jantan dalam aquarium
  2. Setelah 5 menit nafas ikan jantan kembali normal dan sudah adaptasi dengan kondisi air, masukan ikan cupang betina untuk proses pengkawinan yang sebelumnya jangan digabung terlebih dahulu yakni aquariumnya ikan betina didekatkan dengan aquarium ikan jantan. Tujuannya memberikan kesempatan kedua ikan tersebut untuk saling mengenal. Adapun waktunya cukup 2 hari saja dengan syarat ikan cupang jantan sudah membuat busa dipermukaan air. (perlu diingat selama proses penjodohan kedua ikan cupang, upayakan tidak sering dilihat aquarium pemijahan)
  3. Beri pakan secukupnya bisa menggunakan jentik nyamuk atau kutu air cukup di pagi hari dan jangan sampai  mengkotori air untuk mencegah munculnya bakteri. 
  4. Setelah lepas 2 hari periksa kondisi busa di aquarium jika busa minim jangan dipejah terlebih dahulu artinya disini ikan jantan belum siap kawin atau usia ikan masih dibawah 3 bulan. Sebaliknya bila kondisi busa di aquarium banyak,maka kedua ikan siap dikawinkan.
  5. Proses pengkawinan ikan cupang lamanya dibutuhkan waktu kurang lebih 2 - 3 hari dan di hari kedua silahkan kontrol aquarium biasanya telur sudah mulai ditumpuk di permukaan busa. 
  6. Dalam satu kali proses perkawinan, biasanya ikan cupang bisa menghasilkan kurang lebih sampai 1000 butir telur
  7. Hari keempat setelah proses pengkawinan, ikan betina bisa dipisahkan dengan telur-telurnya. (Dalam dunia ikan cupang peran menjaga dan membesarkan anak ikan adalah ikan jantan bukan ikan betina)
  8. Kurang lebih selama satu hari, telur-telur tersebut akan menetas dan menjadi bibit. Dan selama 4 hari setelahnya, si bibit tidak perlu diberikan pakan, karena masih ada nutrisi-nutrisi yang terbawa ketika berada di dalam telur. Untuk ikan cupang yang jantan juga akan berpuasa selama menjaga bibit-bibit anaka
  9. Selanjutnya, setelah 3 hari yang sudah terhitung sejak telur menetas, bisa diberikan kutu air untuk pakannya.
  10. Indukan yang jantan, baru bisa diangkat setelah bibit anakan berumur 2 pekan terhitung sejak ketika bibit menetas.
  11. Setelah kurang lebih 1 1/2 bulan, ikan cupang sudah bisa dipilih dan dipisahkan ke dalam wadah pembesaran berdasarkan jenis kelaminnya.


Post a Comment