PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

1/07/2019

[Tanya Jawab] Belajar Hidroponik Defisiensi Nutrisi


Defisiensi adalah kekurangan meterial (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Kebutuhan tanaman akan nutrisi berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya. Jika unsur-unsur tidak tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya pun menurun. Untuk  mengetahui ketersediaan unsur yang terkandung didalamnya, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi pada tanaman.

Penyakit defisiensi ini tergolong sering terjadi pada tanaman hidroponik. Defisiensi umumnya terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap jumlah larutan nutrisi yang diberikan, dan perubahan kadar pH air (inilah sebabnya penting sekali mengecek TDS dan pH nutrisi secara berkala).

Defisiensi bisa dikenali dari perubahan warna yang terjadi jika tanaman mengalami kekurangan unsur-unsur yang dibutuhkannya. Jika kita melihat tanaman tampak tidak segar seperti biasa, maka sesegeranya di cek pH maupun TDS dari nutrisi hidroponiknya.

Bagaimana mengatasinya?

Jika tanaman sayur teridentifikasi mengalami kekurangan nutrisi, segera periksa kecukupan larutan nutrisi. Jika memang sudah berkurang banyak hingga tidak mengenai sumbu atau perakaran, langsung tambahkan larutan nutrisi.

Untuk mencegah terjadinya kekurangan nutrisi pada tanaman sayur, pastikan komposisi nutrisi yang diberikan sudah tepat. Komposisi nutrisi bisa diperiksa pada keterangan yang tertera di label kemasan. Pastikan pula rasio larutan dan air sudah tepat saat melakukan pengenceran larutan.

Defisiensi rawan terjadi di musim hujan pada hidroponik tanpa atap yang sering terguyur air, mengakibatkan turunnya kepekatan nutrisi pada tandon penampungan. Sehingga cek terus nutrisi secara berkala untuk tetap sesuai dengan kebutuhan tanaman. 

No comments: