PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

3/02/2020

Kisi - Kisi Persiapan USP-BKS Tahun 2020 (bag.1)


Kisi - Kisi Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan SmartPhone Tahun 2020 :

Mata Pelajaran    : Prakarya Kewirausahaan
Bidang                 : Pengolahan
Indikator Pencapaian Kompetensi :

Indikator Pencapaian Kompetensi :
  1. Menganalisis macam - macam makanan awetan nabati dan hewani dari bahan pangan nabati dan hewani.
  2. Menganalisis jenis dan kegunaan bahan kemas
  3. Memahami strategi pemasaran pengolahan makanan dari bahan pangan nabati dan hewani

Materi 

1.) Makanan secara umum bersifat mudah rusak (perishable), disebabkan kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan makanan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya, baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak. Dengan demikian untuk menjaga kualitas bahan makanan, maka diperlukan adanya sebuah pengawetan.

Pertanyaan : Sebutkan apa saja yang harus diperhatikan dalam mengawetkan makanan !

Jawaban :
1. jenis makanan yang akan di awetkan
2. keadaan bahan makanan
3. cara pengawetan
4. daya tarik produk pengawetan makanan
5. teknologi yang akan di gunakan dalam pengawetan

2.) Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, dan mencegah perubahan kadar air. Adapun manfaat yang bisa didapatkan dengan adanya kemasan (packaging) pada suatu produk dapat membantu melindungi produk tersebut dari kerusakan disaat proses alokasi. Dan tidak hanya itu saja, pengemasan pada produk juga dapat melindungi produk dari kemungkinan pencemaran dan masalah fisik lainnya, mulai dari yang bersifat tekanan, benturan, maupun getaran.


Pertanyaan : Sebutkan dan Jelaskan persyaratan kemasan supaya dapat memenuhi fungsi dan manfaat !

Jawaban : 
1. Kapasitas atau daya kemas yang baik untuk mempermudah dalam proses penanganan, pengangkutan, pengedaran, penyimpanan, dan penumpukan produk.

2. Mempunyai kapasitas supaya dapat mengamankan isi produknya dari berbagai macam resiko yang datang dari luar, contohnya perlindungan dari dampak udara panas dan dingin, sinar matahari, benda berbau tajam, gesekan ataupun tekanan mekanis dan kontaminasi mikroorganisme.

3. Bisa menjadi daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini, pengenalan produk, informasi dan penampilan seperti desain, warna, dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian yang lebih

4. Persyaratan ekonomi yaitu kemampuan dalam mencukupi keinginan pasar, sasaran masyarakat, serta tempat tujuan pemesanan.

5. Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan pola atau standar yang ada, mudah dibentuk atau dicetak, dan mudah juga untuk didaur ulang kembali.

3.) Dalam dunia pemasaran, keberadaan label kemasan produk bisa diibaratkan sebagai sebuah tanda pengenal sekaligus menjadi alat pembeda dari para pesaingnya. Melalui label produk yang digunakan, para pebisnis bisa menyampaikan informasi kepada calon konsumennya menganai kualitas, legalitas, brand/logo, petunjuk penggunaan dan kode produksi. 

Berikut ini 7 (tujuh) hal yang harus diperhatikan ketika membuat desain label makanan, meliputi : 1.) Nama Produk, 2.) Mencantumkan Informasi Berat Bersih Produksi, 3.) Informasi Lengkap Siapa Produsen atau Distributornya, 4.) Tuliskan Komposisi atau Bahan Yang Digunakan, 5.) Lengkapi Dengan Legalitas, 6.) Tanggal Kadaluarsa, 7.) Kode Produksi.

Pertanyaan : Jelaskan ketujuh hal diatas yang harus diperhatikan ketika membuat desain label makanan agar produk dapat dipercaya oleh konsumen !

Jawaban :
1. Nama Produk,
Untuk membuat nama produk, yang perlu diperhatikan adalah mencantumkan nama jenis olahan dan merek dagang yang digunakan.

2. Mencantumkan informasi berat bersih produk,
Mengingat produk olahan pangan bisa dikemas dalam berbagai ukuran, maka penting buat untuk mencantumkan berat bersih produk pada label makanan. Selain memperhatikan kualitas produk, sebagian konsumen juga mempertimbangkan kuantitas produk di setiap kemasan makanan.

3. Informasi lengkap siapa produsen atau distributor,
Untuk produk dalam negeri, nama dan alamat produsen dicantumkan pada label makanan. Sementara itu, untuk produk makanan dari luar negeri perlu mencantumkan nama perusahaan yang menjadi distributor atau importir produk tersebut.

4. Tuliskan komposisi atau bahan yang digunakan,
Hal keempat yang perlu dicantumkan adalah komposisi atau daftar bahan yang digunakan selama proses produksi berlangsung. Dalam hal ini bisa mencantumkan komposisi di label makanan dengan lengkap beserta takaran yang digunakan.

5. Lengkapi dengan legalitas,
Poin kelima yang tidak boleh diabaikan adalah legalitas atau perizinan produk. Dari mulai izin yang dikeluarkan BPOM RI, izin halal dari MUI, atau izin sementara yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

6. Tanggal kadaluarsa,
Bagi pelaku bisnis makanan, wajib hukumnya untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa produk. Hal ini mengingat produk olahan pangan memiliki batas waktu penggunaan yang cukup singkat. Contoh penulisan tanggal kadaluarsa pada label makanan "Baik digunakan sebelum 31 Januari 2020"

7. Kode produksi,
Kode produksi merupakan alat yang dapat menjelaskan tentang proses produksi makanan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi biasanya dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi yang meliputi tanggal, bulan dan tahun pembuatan.

4.) Perencanaan bisnis yang baik sangat diperlukan agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dengan baik. Dimulai dengan pencarian ide, penentuan jenis usaha, lokasi usaha kapan memulai usaha, target pasar, sampai strategi pemasarannya. Satu hal yang tidak kalah penting adalah masalah pengelolaan keuangan, termasuk di dalamnya perhitungan dari besaran biaya investasi dan operasional, sampai ketemu harga pokok produksinya, kemudian penentuan besaran margin sehingga bisa ditentukan berapa harga jualnya.

Pertanyaan : Secara umum terdapat tiga cara dalam pelaksanaan penetapan harga, diantaranya 1.) Berdasarkan Pendekatan Biaya (Cost Oriented Pricing), 2.) Berdasarkan Pendekatan Kebutuhan/Permintaan (Demand Oriented Pricing), 3.) Berdasarkan Pendekatan Persaingan (Competition Oriented Pricing). Jelaskan masing - masing tiga cara dalam pelaksanaan penetapan harga diatas !

Jawaban :
1. Pendekatan biaya (supply demand approach),

Cara ini merupakan cara paling umum yang banyak digunakan oleh perusahaan, yakni dengan penetapan harga jual berdasarkan biaya dikeluarkan untuk produksi dan menambahkan suatu persentase tertentu sebagai labanya.

2. Pendekatan kebutuhan / permintaan (demand oriented pricing)

Demand oriented pricing adalah penentuan harga dengan mempertimbangkan keadaan permintaan, pasar, dan keinginan konsumen. Cara ini mendasarkan pada permintaan, misalnya harga tinggi apabila permintaan sangat besar dan harga rendah bila permintaan sedikit.

3. Pendekatan persaingan,

Cara ini merupakan penetapan harga yang didasarkan pada harga yang ditetapkan oleh pesaing. Hal ini dilakukan terutama untuk produk-produk yang bersifat homogen.

5.) Strategi pemasaran sering kali diibaratkan sebagai jantung kehidupan sebuah usaha. Pada saat ini, para pelaku usaha harus bisa jeli dan teliti dalam menciptakan strategi pemasaran yang tahan banting di tengah ketatnya persaingan pasar. Sehingga perlu dilakukan strategi yang tepat untuk menunjang keberhasilan pemasaran produk.

Pertanyaan : Strategi yang dapat digunakan adalah 4P, yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat) dan Promotion (Promosi). Jelaskan strategi dari masing-masing 4P tersebut !  

Jawaban :
1. Produk,
Setiap pengusaha harus bisa menentukan produk yang menjadi andalannya dan cara mengembangkan produk tersebut, misalnya dengan menambahkan varian rasa, varian ukuran, varian bentuk, dan juga varian kemasannya. Hal ini paling penting dan harus dijaga adalah kualitas dari produk andalan. Seorang pengusaha jangan pernah melakukan perubahan rasa, bentuk, warna, ukuran dan kualitas tanpa melakukan pemberitahuan kepada pelanggan sebelumnya. Perubahan produk yang tiba tiba bisa menyebabkan pelanggan kecewa dan berakibat pada penurunan penjualan.

2. Price,
Setelah ditetapkan produk yang akan dibuat dan dipasarkan, langkah selanjutnya adalah penentuan harga produk. Penentuan harga produk dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan biaya produksi dari awal produk dibuat hingga produk dipasarkan kepada konsumen. Dengan menghitung biaya produksi produk, maka dapat menentukan persentase keuntungan yang ingin diperoleh oleh pengusaha dan harga produk yang akan dipasarkan.

3. Place,
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan tempat produk akan dipasarkan yang sesuai dengan target konsumen. Penentuan tempat produk sangat penting untuk pemasaran produk karena jika produk dipasarkan pada tempat yang tidak tepat, akan menyebabkan kegagalan pada usaha yang dijalankan.

4. Promosi,
Hal yang tidak kalah penting adalah promosi dari produk yang  dibuat. Produk yang sudah dibuat harus diperkenalkan pada pasar atau target konsumen yang dituju. Promosi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti online menggunakan media sosial atau dilakukan dengan pemasaran langsung kepada konsumen.

No comments: