Media Pembelajaran Online :

Mata Pelajaran    : Prakarya Kewirausahaan
Bidang                 : Kerajinan
Materi Pokok      : Perhitungan Biaya Produksi Produk Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal
Alokasi Waktu     : 3 Minggu x 2 Jam Pelajaran @45 Menit

A. Kompetensi Inti
·         KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

·         KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

·     KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator
3.4 Memahami perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk kerajinan dengan inspirasi budaya Lokal
·     Memahami pengertian biaya
·     Memahami pengertian biaya produksi
·  Memahami cara penentuan harga pokok produksi dan harga jual
·     Memahami cara perhitungan laba-rugi
4.4  Menghitung biaya produksi (Harga Pokok Produksi) kerajinan dengan inspirasi budaya Lokal
· Menghitung Harga Pokok Produksi sesuai kasus yang diberikan guru dan mengevaluasi hasil perhitungan
·  Mengolah dan menganalisis data yang terkumpul dari hasil diskusi dan latihan serta membuat kesimpulan
·  Menyajikan  hasil  analisis dan simpulan tentang hasil diskusi dan latihan serta membuat kesimpulan

Pada pertemuan minggu lalu (16-20 Maret 2020), pembelajaran jarak jauh belajar di rumah Prakarya Kewirausahaan pada tahapan memahami akan definisi Titik Impas / Break Even Point (BEP), menganalisa titik impas / Break Even Point (BEP), dan perhitungan titik impas pada produk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal. 

Pembelajaran selanjutnya sesuai kompetensi dasar diatas, siswa akan diajak untuk memahami perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal dan menghitung biaya produksi (Harga Pokok Produksi) kerajinan dengan inspirasi budaya lokal.

Simak materi pembelajaran PKWU pertemuan minggu ke-4 di bulan maret tahun 2020 :

Biaya Produksi

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk terjadinya produksi barang. Unsur biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead. Biaya yang termasuk ke dalam overhead adalah biaya listrik, bahan bakar minyak, dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi. Biaya pembelian bahan bakar minyak, sabun pembersih untuk membersihkan bahan baku, benang, jarun, lem, dan bahan-bahan lainnya dapat dimasukan ke dalam biaya overhead.

Harga Pokok Produksi

Harga pokok berarti jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan, langsung atau tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa didalam kondisi dan tempat dimana barang tersebut dapat digunakan atau dijual.

Bagi sebuah perusahaan, apakah itu dagang, jasa ataukah industri. Kalkulasi penyusunan harga pokok merupakan suatu hal yang sangat penting, oleh sabab itu harga pokok tersebut hendaknya disusun secara tepat dan rasional dalam arti kata bahwa biaya-biayanya yang dibebankan sebagai harga pokok dapat menunjukan hal yang wajar, atau dengan kata lain bahwa unsur-unsur harga pokok sendiri dapat dialokasikan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Untuk itu pengklasifikasian biaya-biaya sangat diperlukan guna mengetahui dimana diantara biaya tersebut yang merupakan harga pokok ini, oleh manajemen dapat ditentukan harga jual produk yang dihasilkan.

Harga pokok produksi adalah jumlah biaya produksi yang melekat pada persediaan barang jadi sebelum barang tersebut laku dijual. Pengertian harga pokok produksi ini oleh Hadibroto (1990 : 60) adalah biaya-biaya yang dikorbankan untuk memproses bahan-bahan (termasuk bahan bakunya) atau barang setengah jadi, sampai menjadi akhir untuk siap dijual.

Mengenai pengertian harga pokok produksi ini lebih lanjut WInardi (1990:79) menjelaskan bahwa harga pokok adalah suatu produksi jumlah pengorbanan-pengorbanan, dapat diduga, dan kuantitatif dapat diukur berhubungan dengan proses produksi, yang dilakukan pada saat pertukaran dan dalam kebanyakan hal harus didasarkan atas nilai pengganti kesatuan-kesatuan nilai yang telah dikorbankan.

Dari pengertian tersebut di atas dapat diketahui bahwa didalam harga pokok produksi adalah jumlah dari pada produksi yang melekat pada produksi yang dihasilkan yaitu meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan mulai pada saat pengadaan bahan baku tersebut sampai dengan proses akhir produk, yang siap untuk digunakan atau dijual. Biaya-biaya yang dimaksud ini, biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dab biaya overhead. Selain itu dari definisi tersebut adalah dapat diketahui bahwa harga pokok produksi adalah nilai dari pengorbanan yang dilakukan dalam hubungannya dengan proses produksi berdasarkan nilai ganti pada saat pertukaran.

Tujuan penentuan harga pokok produksi adalah sebagai berikut :
  • Sebagai Dasar Untuk Menentapkan Harga
    Apabila suatu hasil atau barang (pertama kali) dibawa kepasar, maka ongkos produksi sebagai dasar utama dalam penentuan harga penjualan. Sekalipun terdapat barang yang sama atau hampir bersamaan di pasar, namun harganya hanya merupakan faktor tambahan dalam penentuan harga.
  • Menetapkan Efisien Tidaknya Suatu Perusahaan
    Membandingkan harga pokok dengan harga pokok historis, dapat diketahui apakah suatu perusahaan bekerja secara efisien atau tidak.Harga pokok historis adalah semua pengeluaran untuk memproduksi suatu barang ditambah pengeluaran lainnya hingga barang tersebut berada di pasar. Apabila harga pokok historis lebih tinggi dari harga pokok, berarti perusahaan bekerja secara tidak efisien.
  • Menentukan Kebijaksanaan Dalam Penjualan
    Keuntungan atau kerugian suatu perusahaan mencerminkan kebijaksanaan dari pemimpin perusahaan. Kebijaksanaan tertentu harus dirubah apabila dengan adanya kebijaksanaan itu perusahaan jauh dari pada tujuannya.
  • Sebagai Pedoman Dalam Pembelian Alat-alat Perlengkapan Yang Baru
    Penentuan harga pokok dapat pula dipergunakan sebagai petunjuk apakah mesin-mesin dan alat-alat perlengkapan diganti atau ditambah dengan mesin-mesin atau alat-alat perlengkapan yang baru.
  • Sebagai Alat Untuk Perhitungan Neraca
    Untuk keperluan penyusunan neraca perlu diketahui harga barang-barang jadi yang masih ada dalam gudang. ini dapat ditentukan dengan mengetahui beberapa harga pokok dari barang jadi yang bersangkutan.
Contoh Perhitungan Biaya Produksi, Pendapatan dan Rugi / Laba

Analisis peluang usaha pupuk kompos :

Investasi :

Peralatan.                         Harga
- sewa lahan.                    Rp. 10.000.000
- mesin pemotong daun   Rp.   3.100.000
- ayakan.                          Rp.      150.000
- terpal.                             Rp.      130.000
- selang                             Rp.        31.500
- wadah.                           Rp.        32.000
- alat penjahit karung.     Rp.      122.000
- pompa.                           Rp.      250.000
- sabit.                              Rp.        24.000
- drum.                              Rp.      125.000
- cangkul.                          Rp.        95.000
- timbangan.                     Rp.      183.000
                                         ----------------------+
                       Jumlah.       Rp. 14.242.500

Bahan yang diperlukan :
- daun-daunan.                Rp.     600.000
- kotoran ternak.             Rp.     900.000
- karung plastik.              Rp.     750.000
- arang sekam.                 Rp.     960.000
- bubuk gergaji.               Rp.     780.000
- obat organik.                 Rp.  2.400.000
- pengemas.                      Rp.     600.000
- air dan listrik.                Rp.    750.000
                                            ----------------------+
                           Jumlah.    Rp. 7.740.000

Pembuatan MOL (Micro Organisme Local) dengan menggunakan bonggol pisang :

Bahan yang diperlukan :
- 50 kg bonggol pisang      Rp. 250.000
- 50 liter air cucian beras Rp.   50.000
- 2,5 kg gula jawa.              Rp.   36.000
                                              ------------------+
                            Jumlah.    Rp. 336.000

Peralatan yang dibutuhkan : 
- ember bertutup.              Rp.   70.000
- botol plastik bekas air    Rp.       500
- selang plastik kecil.         Rp.   20.000
                                               ------------------+
                             Jumlah.    Rp.  90.500

Total Biaya Produksi : Rp. 8.076.000
(biaya variabel + biaya tetap)

Harga Jual.                         : Rp. 15.000

Target penjualan : 50 unit

Pendapatan per bulan '

20 kemasan x Rp. 15.000     = Rp.       300.000
Rp. 300.000 x 30.                 =  Rp. 9.000.000

Keuntungan perbulan : total pendapatan - total biaya produksi 
                                           : Rp. 9.000.000 - Rp. 8.076.000
                                           : Rp. 924.000

Lama balik modal : Total Investasi / keuntungan 
                              : Rp. 14.323.000 / Rp. 924.000
                              : 15,5

Dari analisa di atas dapat disimpulkan untuk usaha pupuk kompos dengan modal yang dikeluarkan Rp. 14.323.000 dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp. 924.000 per bulan dan lama balik modal 15,5 bulan. 

Tugas Siswa :

Tugas : Analisis peluang usaha produk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal seperti diatas yang sudah dibuat dan dikumpulkan oleh masing-masing kelompok.

Tugas dapat dikirim melalui email cybernet14071981@gmail.com.

Pengiriman tugas sekaligus absensi kehadiran pada pertemuan Prakarya Kewirausahaan ini. Diperhatikan dan terima kasih.

Sebagai Bahan Refleksi Diri,
/
Setelah siswa belajar secara daring dirumah dari materi ini dan materi minggu sebelumnya, sekarang ukurlah pemahaman masing-masing diri dengan mengisi pertanyaan berikut ini :
  1. Saya dapat memahami definisi dan analisia Titik Impas  / Break Even Point (BEP) ?
    [Ya] / [Tidak]
  2. Saya dapat menghitung Titik Impas  Break Even Point (BEP) ?
    [Ya] / [Tidak]
  3. Saya dapat memahami biaya produksi dan harga pokok penjualan ?[Ya] / [Tidak]
  4. Saya dapat menganalisa peluang usaha dengan menghitung rugi / laba suatu usaha ?
    [Ya] / [Tidak]
Isian bahan refleksi diri diikutsertakan dalam pengiriman tugas diatas melaui email cybernet14071981@gmail.com.

Jika menjawab "TIDAK" pada salah satu pertanyaan diatas, maka pelajarilah kembali materi yang sudah dipaparkan diatas dengan bimbingan Guru atau teman kalian. Dan apabila siswa menjawab "Ya" pada semua pertanyaan, maka dapat melanjutkan untuk mempelajari materi berikutnya. 

NB : Konsultasi terkait materi diatas layanan dibuka di saat jam pembelajaran tatap muka di kelas seperti biasanya. Konsultasi bisa melalui wa. 0812-4927-9392

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Jarak Jauh  / Daring di Rumah
Minggu ke-4 bulan Maret 2020

Senin, 23 Maret 2020
Jam : 7-8 (14.00-15.30)
Kelas 10-8

Selasa, 24 Maret 2020
Jam : 3-4 (08.30 - 10.00)
Kelas 10-7

Rabu, 25 Maret 2020
Jam : 3-4 (08.30 - 10.00)
Kelas 10-2
Jam : 5-6 (10.20-11.50)
Kelas 10-5
Jam : 9-10 (14.00-15.30)
Kelas 10-6

Kamis, 26 Maret 2020
Jam 1-2 (06.45-08.30)
Kelas 10-4
Jam 9-10 (14.00-15.30)
Kelas 10-1

Jum'at, 27 Maret 2020
Jam 1-2 (07.15-08.45)
Kelas 10-3