Tujuan Pembelajaran :

  1. Menghayati bahwa begitu banyak keanekaragaman makanan awetan yang berbahan baku nabati di Indonesia. Dimana setiap daerah mempunyai ciri dan citarasa yang khas
  2. Mendesain dan membuat produk makanan awetan berbahan baku nabati, khas daerahnya masing-masing, meliputi : teknik pengeloahan, kemasan dan pelabelan, perhitungan biaya, sistem pemasaran, model promosi
  3. Mempresentasikan :
    - Peluang dan perencanaan usaha sesuai pilihan makanan awetan yang dipilihnya dengan sungguh-sungguh dan percaya diri
    - Pengembangan bisnis makanan awetan, meliputi teknik pengolahan, kemasan, promosi dan pemasaran, sesuai dengan produk yang dipilihnya
  4. Menyajikan simulasi wirausaha pengolahan makanan awetan berbahan baku nabati, khas daerahnya masing-masing berdasarkan analisis keberadaan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar
Bahan makanan yang ada di alam mempunyai sifat dan karakteristik yang beragam. Tetapi banyak juga kesamaan sifat yang dimilikinya, salah satunya mudah rusak. Misalnya buah mangga, sejak dipanen hanya bisa bertahan maksimum seminggu di suhu ruang, setelah itu mangga akan membusuk.

Bahan makanan setelah dipanen secara fisiologis masih hidup. Proses ini berlangsung terus sampai terjadi pembusukan. Upaya untuk memperlambat proses fisiologis yang bisa mempelambat proses pembusukan, yaitu teknologi pengolahan.

Sifat mudah rusak ini tentu sangat terasa berat terutama saat panen raya, dimana suatu komoditas memasuki waktu panen bersamaan sehingga suplai meningkat tajam. Jika hanya mengandalkan penjualan segar, tidak akan terserap (terjual) semua. Hal ini beresiko akan over supply sehingga bisa menurunkan harga jual, dan tentunya akan sangat mengurangi keuntungan buat petani. Hal ini berdampak paling berat adalah terlanjur membusuk, sehingga akhirnya terbuang.

Teknologi pengolahan adalah salah satu solusi yang bisa digunakan untuk keluar dari masalah ini. Teknologi pengeolahan bisa membuat komoditas tersebut menjadi produk-produk yang mempunyai keawetan yang cukup lama. Berbagai jenis teknologi pengolahan bisa digunakan untuk setiap komoditas. Misalnya untuk mangga bisa dijadikan selai, sirup, sari buah, manisan, keripik dan lainnya.

Kehadiran teknologi pengolahan juga bisa menjadi pilihan wirausaha yang prospektif. Wirausaha pengolahan maknan adalah pilihan yang baik, bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan modal yang ada, dari mulai skala rumah tangga, usaha mikro, kecil, menengah sampai besar.

Penjelasan lengkap terkait teknologi pengolahan makanan awetan dari bahan nabati simak video berikut ini :


Makanan awetan dari bahan nabati adalah makanan yang dibuat dari sumber daya alam nabati yang sudah melalui proses pengolahan yang tepat sesuai dan dikemas dengan baik, baik menggunakan pengawet (sesuai kriteria BPOM) maupun tidak sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang.

Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam pengembangan wirausaha makanan awetan dari bahan nabati agar cita rasa lebih bervariasi, penampilan produk lebih menarik, produk lebih awet serta upaya promosi dan sosiaisasi yang lebih ditingkatkan. Pengembangan makanan awetan dari bahan dasar nabati dapat dilakukan dengan memodifikasi cara pengolahan dan pengemasan. Modifikasi dapat memanfaatkan metode produksi dan teknologi baru.

Kewirausahaan bidang makanan awetan dari bahan nabati bisa menjadi ide alternatif yang sangat menjanjikan. Perlu diingat bahwa berwirausaha sesuai dengan karakter dan hobi akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan berwirausaha yang tidak disukai. Ada pesan moral dan motivasi yang sangat kuat dan melekat dari seorang dosen kewirausahaan senior di fakultas teknologi pertanian IPB; Ir Soesarsono Wijandi, MSc (Alm) yaitu : "selama manusia masih makan, bisnis makanan dan minuman tidak akan pernah mati"

 Tugas 1
  • Buatlah kelompok kecil 2-3 orang
  • Diskusikan dengan kelompok, sebutkan paling sedikit 10 makanan awetan dari nabati baik yang ada di daerah sekitar kita maupun luar darah
    - Contoh makanan awetan dari bahan baku nabati : Nama Makanan (tempe) dari bahan baku (kedelai).


(Isian Form Hasil Diskusi)