Penugasan praktik budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik. Setiap siswa membuat laporan praktik budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik. Laporan yang dibuat berdasarkan data yang aktual, faktual, sistematis, berdasarkan hasil praktik dan pengamatan di lapangan.

Laporan praktik budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik melampirkan hasil praktik dan pengamatan dengan cara mendokumentasikan atau mengambil foto / gambar tanaman kangkung setiap harinya dan dicatat setiap perkembangan serta perubahan yang ada pada tanaman kangkung. Dalam satu pekan hasil praktik dan pengamatannya dilaporkan dan dikirim ke email pkwusman1bojonegoro@gmail.com. Tugas pelaporan hasil praktik dan pengamatan budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik sampai dengan tanaman kangkung sudah siap di panen. 

Berikut laporan praktik budidaya tanaman sayuran kangkung sistem hidroponik dari ananda Nabila Aristawati siswa kelas 10 IPA 4 SMA Negeri 1 Bojonegoro - Pembelajaran Jarak Jauh Mode Daring Prakarya Kewirausahaan :

Tempat dan Waktu Praktik Hidroponik :

  • Tempat : Di rumah sendiri
    Alamat : Ds. Sambiroto RT.07/RW.02 Kec. Kapas – Kab. Bojonegoro

  • Waktu Awal Penanaman : Sabtu, 29 Agustus 2020 (Pukul 17.00 WIB)

Pendapat / Opini :

Setelah melakukan tiga kali percobaan, saya mendapatkan dua kali percobaan ( Percobaan ke1 dan Percobaan ke-2 ) gagal dan satu kali percobaan ( Percobaan ke-3 ) BERHASIL. Dari ketiga percobaan penanaman kangkung dengan sistem hidroponik yang telah saya lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam bertanam hidroponik, kita harus sangat memperhatikan faktor – faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Faktor – faktor tersebut diantaranya :

a) Kualitas Air

Air merupakan media utama yang digunakan dalam sistem hidroponik. Air yang digunakan pada tanaman Hidroponik minimal harus bersih, tidak mengandung kotoran,sampah atau lumpur. Air yang belum dicampur dengan nutrisi/pupuk Hidroponik disebut dengan Air Baku. Air baku yang digunakan tidak boleh mengandung Chlor atau zat pencemar lainnya.

b) Sinar Matahari

Semua tanaman memerlukan cahaya sinar matahari untuk pertumbuhannya (fotosintesis). Tanaman yang kurang cahaya sinar matahari, pertumbuhannya akan menjadi kurang optimal. Terlebih lagi pada saat benih sudah pecah ketika menyemai, harus sesegera mungkin dikenakan sinar matahari untuk menghindari tanaman tumbuh kurus dan tinggi. Hal

c) PPM Nutrisi

Tanaman yang kurang nutrisi akan tumbuh kurus kurang gizi. Harus sering cek PPM / kepekataan larutan nutrisinya jangan sampai terlalu kurang atau lebih. Jika terlalu lebih makan tanaman akan seperti terbakar pucuk daun mengering. Jika terlalu rendah, maka akan menyebabkan pertumbuhannya tidak optimal. Tingkat PPM setiap tanaman hidroponik berbeda - beda.

d) PH Nutrisi

PH air nutrisi sangat penting untuk dicek setiap hari. Jika PH air nutrisi tanaman terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka akan menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh optimal bahkan akan mati. PH ideal yang digunakan untuk larutan nutrisi sekitar PH 5,5-7.

e) Suhu

Tanaman memerlukan suhu optimal untuk pertumbuhannnya. Tanaman yang terkena suhu panas akan mudah layu, tetapi itu bisa disiasati dengan memasang paranet atau menyiramnya setiap pagi dan sore. Selain suhu lingkungan tanaman, juga perlu mengecek suhu larutan nutrisi di bak nutrisi. Pastikan suhu di bak nutrisi tidak melebihi dari 27OC terutama di siang hari.

f) Oksigen

Di dalam hidroponik, tanaman memerlukan oksigen untuk pengambilan nutrisi oleh akar. Penting sekali menjaga oksigen dalam air nutrisi tetap banyak. Air yang diam akan menyulitkan akar untuk mengambil nutrisi. Jika kita bertanam dengan hidroponik sistem wick atau genang, harus sering aduk larutan nutrisi setiap hari (minimal tiap pagi dan sore) agar nutrisi tidak mengendap dan meningkatkan kandungan oksigen di dalamnya.

Laporan Lengkap Praktik Budidaya Tanaman Kangkung Hidroponik :