Budidaya tanaman dengan cara hidroponik sangat ramah dengan lingkungan, sebab tidak perlu herbisida atau pestisida yang dari bahan kimia. Dengan metode ini juga tidak perlu terlalu banyak air seperti bercocok tanam dengan media tanah. Dengan memakai metode menanam hidroponik tidak memerlukan penyiraman pada tanamannya. Hal ini menjadikan sayuran yang diproduksi menjadi lebih sehat dan aman. Meskipun tidak perlu tanah untuk medianya, metode ini tentunya tidak hanya perlu air saja, tapi perlu juga adanya zat sebagai pendukung untuk pertumbuhan tanaman (nutrisi tanaman) diantaranya AB Mix.

Kegiatan belajar mengajar mata pelajaran prakarya kewirausahaan di kelas 10, Jumat (3/9/2021). Mengawali pembelajaran peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman cabe hidroponik yang mereka tanam. Pertumbuhan tanaman adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

Terlihat peserta didik sedang mengamati pertumbuhan tanaman cabe hidroponiknya yang sudah masuk usia tanam 10 HST. Pertumbuhan tanamannya akan mereka selalu catat, kebutuhan akan air dan nutrisinya akan selalu diawasi dan dijaga. 




Penilaian pembelajaran pada kegiatan praktik budidaya tanaman cabe sistem hidroponik ini:

Pengetahuan: Peserta didik dapat memahami jenis, karakteristik, bahan, dan alat produksi tanaman pangan sistem hidroponik

Ketrampilan: Peserta didik mempunyai keberanian dalam berkomunikasi, menyampaikan pendapat, dan gagasan dalam berdiskusi. Berikutnya Peserta didik mampu produksi budidaya tanaman cabe sistem hidroponik

Sikap: Peserta didik menunjukan sikap sopan, disiplin utamanya jalankan protokol kesehatan, dan bertanggung jawab selama pembelajaran berlangsung