Kegiatan praktik siswa kelas 11 budidaya tanaman cabe rawit dan keriting sistem hidroponik teknik DFT (deep Flow Technique) di taman kreatifitas SMAN 1 Bojonegoro sudah memasuki usia 20 hari setelah semai (HSS).  Pada pembelajaran Prakarya Kewirausahaan kali ini mengajak siswa untuk mengamati dan merawat pertumbuhan tanaman cabe dengan memperhatikan volume ketersediaan air dalam bak, kebutuhan nutrisi yang tepat, mengukur tingkat keasamaan (PH) air selalu normal, suhu air, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama pada tanaman cabe. 

Nutrisi Cabe Hidroponik

Tanaman cabai yang dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik membutuhkan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabai. Pemberian nutrisi diperlukan untuk menjaga dan mendukung pertumbuhan cabai maksimal.

Pemberian nutrisi cabai hidroponik pada tanaman ini dapat dilakukan setelah tanaman berumur 5 hingga 7 hari setelah semai dengan ditandainya pertumbuhan minimal dua daun . Pemberian nutrisi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi pada tanaman cabe hidroponik. Pemberian nutrisi dilakukan pada usia awal semai dan atau baru pindah tanam akan beresiko merusak cabe karena tanaman terkejut dengan kandung pemberian nutrisi secara tiba-tiba.

Jika tanaman cabai hidroponik diberikan nutrisi dosis yang tepat harus dipilih. Dosis awal minggu pertama HSS kisaran 350 hingga 700 ppm atau sekitar 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B dan dicampur dengan 1 liter air. Setelah tanaman cabai hidroponik menyesuaikan dengan pemberian nutrisi ini berikutnya dapat meningkatkan dosis setiap 7 hari.

Perawatan dan Pemeliharaan

Meskipun kita menanam cabai hidroponik, proses pemeliharaan cabai ternyata sangat penting sehingga kebutuhan nutrisi dan serangan penyakit dan hama dapat ditanggulangi secara memadai sehingga budidaya bisa berhasil.

Berikut rangkaian praktik kegiatan siswa merawat tanaman cabai hidroponik:

Pengontrolan Nutrisi, Tingkat Keasaman (PH) Air, dan Suhu Air

Pasokan nutrisi dalam teknik hidroponik sangat penting. Karena itu, harus rutin melakukan pengecekan nutrisi agar tanaman cabai mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain kebutuhan nutrisi untuk tingkat keasaman (PH) dan suhu air juga penting diperiksa secara teratur sehingga cabai yang ditanam dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang optimal.

Hama dan Penyakit

Ternyata budidaya cabai hidroponik juga dapat diganggu oleh penyakit. Beberapa penyakit yang umumnya mempengaruhi cabai hidroponik adalah kutu daun, tungau, ulat bulu, bercak daun, busuk buah dan lainnya. Semprotkan pestisida organik secukupnya. Jangan menyemprotkan penyakit terlalu sering pada cabai hidroponik karena hal ini dapat merusak pertumbuhan tanaman itu sendiri.