Sebelum kegiatan pembelajaran mata pelajaran Prakarya Kewirausahaan di mulai, silahkan seluruh siswa kelas 10 mengisi daftar hadir (absensi online) yang sudah disediakan. Bagi siswa yang berhalangan hadir dengan keterangan sakit/ijin/dispensasi harap mengunggah surat sesuai keterangannya di form yang sudah disediakan.
 

Kompetensi Dasar

3. 2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misalnya cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran
4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misalnya cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Deskripsi Singkat Materi
Budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia beraneka ragam dalam bentuk benda maupun nonbenda, dengan banyaknya budaya dimiliki oleh bangsa ini diharapkan mampu memberikan inspirasi untuk perencanaan usaha kerajinan non benda. Siswa diharapkan akan mampu memberi inspirasi melalui kemampuan yang mereka miliki untuk mengembangkan budaya lokal dimana mereka tinggal. Diharapkan dari inspirasi ini akan menambah variasi keaneka ragaman budaya yang dimiliki budaya lokal dimana siswa tinggal. Mari disimak materi pada pertemuan ini tentang perencanaan kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
IDE, PELUANG DAN ANALISA USAHA

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan peserta didik dapat:
1. Memahami ide dan peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda
2. Menganalisa peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda

B. Uraian Materi
Memahami ide dan peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda Indonesia sangat kaya dengan budaya tradisional yang merupakan adat istiadat yang berlaku pada setiap kelompok etnik atau suku bangsa. Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik tahun 2010. Indonesia memiliki jumlah suku bangsa terbanyak di Asia Tenggara. Artinya, Indonesia memiliki keragaman budaya tradisional yang merupakan potensi luar biasa untuk menjadi sumber inspirasi (Hendriana Werdhaningsih, 2017). 

Berikut pengertian dan contoh kebudayaan non benda. Kebudayaan Non Benda / Tak Benda
Kebudayaan non benda adalah kebudayaan yang mengacu pada hasil hasil karya bersifat abstract, bukan berupa benda, diantaranya banyak yang di turunkan antar generasi.
Misalnya:
  • Tari tarian tradisional, seni pertunjukan dan panggung, ondel ondel, wayang
  • Lagu daerah, musik angklung
  • Puisi, pantun, bahasa, isyarat kentongan tkalian bahaya
  • Cerita rakyat, dongeng, mitos, simbol / lambang tertentu
  • Upacara adat, ritual, festival daerah, tradisi
  • Teknik / kecakapan / keahlian khusus,
Budaya tradisional milik Bangsa Indonesia yang beragam mampu memberikan inspirasi ide dan peluang usaha bagi kerajinan local yang dimiliki masing – masing daerah. Mari kia simak pengertian ide dan peluang usaha kerajinan tradional non benda. Dalam kamus bahasa Indonesia ide diartikan sebagai rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan gagasan atau cita- cita. Selama ide belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka ide masih berada di dalam pikiran. Ide yang sudah dinyatakan menjadi suatu perbuatan adalah karya cipta. Untuk mengubah ide menjadi karya cipta dilakukan serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan karya cipta satu sama lain saling bersesuaian sebagai kenyataan.

Berdasarkan kompetensi dasar pada pembelajaran pertama ini yaitu kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda, maka kita cari tau lebih dulu pengertiannya. Kerajinan tangan dengan Budaya lokal Non Benda adalah Usaha Kerajinan (benda) yang inspirasinya/ide pembuatannya berasal atau berkaitan dengan kebudayaan lokal / tradisional dalam negeri yang bukan benda. Maka, dapat di definisikan Kerajinan Non Benda adalah Kerajinan yang hasil karyanya bukan berupa benda, misalnya tari, Puisi, Lagu/Nyanyian, Lambang lambang/Symbol. 

Ide Kerajinan budaya inspirasi budaya local dapat dikembangkan melalui belajar mengenal dan mencintai terlebih dahulu budaya tradisional dimana kita tinggal, kemudian kita mampu mengembangkannya. Kerajinan seperti ini juga membantu masyarakat untuk lebih mencintai dan mengenal kembali lebih dalam seni budaya tradisional bukan hanya hobi yang menyukai seni moderen saja yang belum tentu positif pengaruhnya.

Berikut contoh ide pengembangan budaya tradisional non benda:

1. Kerajinan Batik
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam (lilin) pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Master pieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.

(Gambar : Kerajinan Batik)

2. Kerajinan ukir
Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung dan bagian-bagian cembung yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar ada kayu, batu, logam atau bahan-bahan lain. 

Kerajinan ukir diantaranya berupa seni ukir kayu dan seni uir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, madura, dan Sumatra. 

Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyeuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta

(Gambar : Kerajinan Ukir)

3. Kerajinan Anyaman
Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang. Kerajinan anyaman yang cukup khas dari Indonesia adalah anyaman rotan dan bambu, karena bambu dan rotan merupakan bahan alami yang jumlahnya banyak di indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Bambu dan rotan juga lebih kuat dan solid, sehingga bisa digunakan untuk membuat perabotan seperti kursi dan meja yang kuat dan bagus, tetapi tetap ringan.

(Gambar : Kerajinan Anyaman)

4. Kerajinan Topeng
Topeng di kesenian derah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Bentuk topeng bermacam-macam ada yang menggambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan kebiaksanaan.

Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan dalam raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan. Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang biasa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.

(Gambar : Kerajinan Topeng)

5. Kerajinan Tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain Mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bungo cino.

Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit.

(Gambar : Kerajinan Tenun)

6. Kerajinan Wayang
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari Budaya Hindu India. Wayang adalah seni bercerita tradisional asal pulau Jawa yang dibawakan pencerita yang disebut dalang.

Pagelaran wayang diiringi musik gamelan dengan cerita yang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana. Wayang dibuat untuk seni pertunjukkan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang kulit, diantaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.

(Gambar : Kerajinan Wayang)

Kerajinan Tangan budaya lokal non benda dewasa ini cukup nge-trend dan sangat digemari masyarakat, mengingat tampilannya yang terkesan lebih unik dan memikat, meski pembuatannya dibuat dengan cara cara modern namun setelah dikombinasikan dengan sentuhan sentuhan kuno/lawas akhirnya dapat memberikan rasa tertarik atau minat tersendiri.

Namun sebelum menganalisa peluang usaha harus lebih dulu mengetahui kapan ide atau gagasan pembuatan kerajinan tersebut dimulai. Tahapan dalam menentukan ide usaha diantaranya adalah
1. Ketahui Kemampuan yang miliki
2. Carilah sesuatu yang sedang tren
3. Berikan nilai tambah pada produk yang tersedia
4. Membuat riset dan penelitian di pasar
5. Menciptakan Jenis Produk atau Jasa Baru

Setelah memahami ide usaha berikutnya adalah memahami arti peluang usaha. Keduanyan adalah kata yang memiliki keterkaitan satu dengan yang dan memiliki makna. Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai daya atau sumber daya yang dimiliki. Secara sederhana peluang usaha merupakan suatu kesempatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan sumber daya yang miliki. Banyaknya peluang usaha di sekitar kita, mengharuskan seorang wirausaha untuk cermat dalam mengkaji mana peluang usaha yang potensial.

Ciri-ciri peluang usaha yang potensial adalah sebagai berikut.
1. Memiliki nilai jual
2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, dan bersifat nyata
3. Usaha tersebut mamapu bertahan lama di pasar
4. Tidak menghabiskan modal, karena terlalu besar investasinya
5. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi industri

Peluang usaha yang bernilai jual memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mampu memenuhi kebutuhan konsumen
2. Memiliki keunggulan bersaing
3. Tidak bersifat sementara
4. Ada nilai uang
5. Memenuhi aspek kreatif dan inovatif

Menganalisa Peluang Usaha Kerajinan Budaya Non benda Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa kerajinan budaya non benda dapat dikembangkan melalui imajinasi budaya tradisional yang dimiliki. Dalam menghasilkan kerajinan seperti itu, pengrajin membutuhkan presentasi yang lebih seperti: gagasan unik, imajinasi tinggi, Estetika dan seni, serta kemampuan untuk terciptanya hasil karya kerajinan tangan budaya lokal non benda yang bernilai, sehingga dapat dengan mudah diterima dan menarik daya beli masyarakat.

Untuk menganalisa peluang usaha kerajinan, menggunakanPendekatan yang digunakan adalah analisa SWOT, berikut penjelasannya:

Analisis SWOT merupakan analisis untuk mengetahui faktor internal (Strenght dan Weaknes) dan eksternal (Opportunity dan Threats) perusahaan. SWOT sangat penting untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman, sehingga wirausaha bisa melakukan strategi yang tepat. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui:

a. Strenght yaitu kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung usaha. contoh: memiliki produk yang berkualitas dan sudah dikenal masyarakat, memiliki tenaga kerja (SDM) yang kompeten dan loyal.

b. Weakness yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bila tidak diatasi akan menghambat kinerja usaha, contoh: karyawan yang kurang pengalaman.

c. Opportunity: Peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usaha.

d. Threat: Ancaman, gangguan, hambatan
Setelah kalian melakukan analisa peluang usaha, kalian akan mengetahui kelebihan dan kekurang dari usaha kerajinan yang dibuat. Berikutnya untuk lebih memahami pelajaran ini silahkan kalian selesaikan tugas mandiri berikut!

Penugasan Mandiri

1. Setelah kalian mempelajari uraian materi diatas, silahkan kalian membuat sketsa produk kalian.
2. Buat Ide usaha yang didalamnya terdapat unsur budaya local yang terdapat di wilayah kalian.
3. Buatlah Gambar sketsa pada kertas folio.

Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab!

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".  Bila semua jawaban "Ya", maka siswa dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.