Kerajinan Dengan Inspirasi Budaya Lokal "Batik Jumputan"
Karya : Hana Arifa Rahmayanti dan Alya Galuh Kirana  (Siswa Kelas 10 MIPA 2)

Batik merupakan aset kebudayaan bangsa Indonesia yang akan selalu dikagumi oleh bangsa sendiri maupun bangsa asing karena batik memiliki keanekaragaman corak warna dan motif-motif dilamanya sehingga membuat nuansa-nuansa keindahan yang timbul sewaktu melihatnya. Terdapat berbagai macam jenis batik, salah satunya yaitu batik jumputan atau bisa disebut juga dengan batik celup ikat.

Batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya. Jumputan sendiri adalah salah satu teknik yang digunakan untuk membuat motif batik dengan cara mengikat kencang beberapa bagian kain yang kemudian dicelupkan pada pewarna pakaian. Batik jumputan juga kerap disebut dengan batik ikat celup, karena proses pembuatannya dengan mengikat dan mencelupkan kain ke dalam pewarna. Batik jumputan ini memiliki keunikan mulai dari motif, bentuk dan warna yang menjadikan daya tarik konsumen. Ide dan kretaif harus dimiliki oleh seorang pengrajin batik jumputan supaya kerajinan batik jumputannya bisa terus berkembang. 

Dalam batik jumputan menggunakan metode jumputan dalam proses pembuatanya, istilah jumputan berasal dari Bahasa Jawa yakni menjumput atau mengambil dengan semua ujung jari tangan. Oleh sebab inilah mengapa metode pembuatan batik jumput tidak menggunakan lilin atau cating, karena dalam proses pembuatan batik Jumput hanya melalui proses menjumput kain yang diisi biji-bijian sesuai dengan motif yang diinginkan, dan selanjutnya diikat menggunakan tali dan yang terakhir dicelupkan ke dalam pewarna. Meskipun prosesnya tidak menggunakan cating dancenderung sederhana, tetapi hasil kain yang didapatkan tidak kalah indah dengan jenis batik yang lainya.

Dalam upaya merealisasikan materi mata pelajaran Prakarya Kewirausahaan sesuai kompetensi dasar 4.2 menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran serta usaha untuk melestarikan budaya dan mengembangkan batik, kelompok kerja siswa kelas 10 SMAN 1 Bojonegoro atas nama Hana Arifa Rahmayanti dan Alya Galuh Kirana membuat kerajinan batik jumputan.

Proses pembuatan batik jumputan ini memang memerlukan ketelitian dan kesabaran untuk mencapai hasil yang sempurna. Oleh sebab itu tugas pembuatan kerajinan batik jumputan ini dapat melatih kesabaran dan ketelitian. Selain itu dapat mengembangkan jiwa seni dan kreatifitasi melalui pembuatan kerajinan ini yang berunsur budaya lokal.


Kerajinan Batik Jumputan

Didalam proses pembuatan batik jumputan memiliki dua teknik yang digunakan, dua teknik tersebut yaitu :

Teknik ikatan

Teknik ikatan merupakan teknik mengikat kain mori dengan tujuan untuk menimbulkan motif. Cara pengikatan kain mori tersebut harus kencang supaya pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatanya dilepas akan terbentuk motif corak warna. Cara pengikatan dalam teknik ikatan ini beragam, diantaranya yaitu ikatan datar, ikatan miring, ikatan kombinasi, ikatan lipat dan ikatan gulung.

Teknik jahitan

Teknik Jahitan merupakan salah satu teknik pembuatan batik jumputan dengan cara kain mori sebelum melakukan proses jahitan diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit menggunakan tusuk jelujur pada garis pola warna yang sudah dibuat menggunakan benang, kemudian benang ditarik secara kuat, sehingga kain menjadi rapat dan berkerut. Pada saat proses pewarnaan, kain dicelupkan kedalam pewarna dan benang yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain, sehingga bagian kain yang sengaja tidak terkenan pewarna akan membuat sebuah motif-motif yang terlihat indah.

Berikut alat dan bahan pembuatan kerajinan batik jumputan :

  1. Kain putih 1x1 meter persegi
  2. Wanteks (sesuai selera)
  3. Air hangat
  4. Garam
  5. Alat tulis
  6. Baskom
  7. Botol bekas
  8. Benang/Karet

Berikut penjelasan proses pembuatan kerajinan batik jumputan :
  1. Siapkan alat dan juga bahan-bahan yang dibutuhkan
  2. Bentangkan kain yang akan digunakan sebagai media batik jumput
  3. Lipat kain menjadi 2 hingga membentuk persegi panjang
  4. Lanjutkan dengan melipat nya lagi menjadi 4 hingga membentuk persegi
  5. Lipatlah setengah kain menjadi segitiga
  6. Kemudian lipat lagi menjadi segitiga untuk kedua kalinya. 
  7. Lakukan hal yang sama pada sisi berikutnya. Langkah ini seperti melipat pesawat kertas 
  8. Siapkan alat yang dapat digunakan untuk mengikat seperti benang, tali, maupun karet 
  9. Buat pola pada kain untuk diikat dan diberi warna 
  10. Ikatlah kain sesuai dengan pola yang diinginkan 
  11. Siapkan campuran wanteks mengikuti langkah-langkah yang sudah disediakan dibalik bungkusnya 
  12. Siramkan campuran wanteks pada kain yang sudah terikat sebelumnya 
  13. Apabila sudah maka diamkan semalaman (direkomendasikan kain masih dalam keadaan terikat) 
  14. Buka ikatan lalu cuci kain tersebut 
  15. Jemur dan jangan lupa untuk di haluskan (setrika) untuk mendapatkan hasil yang rapih 
  16. Batik jumput sudah jadi.