Kerajinan Dengan Inspirasi Budaya Lokal "Hiasan Dinding Motif Thengul"
Karya : Waila Drestanta dan Lutfiana Chandra Purnama Putri (Siswa Kelas 10 MIPA 4)

Latar Belakang

Kayu merupakan salah satu bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan furniture dan handicraft. Karena memiliki sifat paling fleksibel dibanding dengan bahan-bahan lain. Karakter alami juga menjadi salah satu alasan bagi masyarakat memilih bahan baku kayu untuk perabotan rumah seperti meja, kursi, almari, rak buku, dll. Seiring dengan perkembangan jaman, pengolahan kayu menjadi barang fungsional semakin berkembang.

Selain diolah sebagai barang mebel, produk kriya kayu berkembang menjadi bahan yang dapat diolah menjadi beraneka ragam seperti jam, lampu hias, hiasan dinding, dan berbagai macam kerajinan tangan yang unik dan menarik. Contoh karya seni yang dihasilkan dari bahan dasar kayu yaitu hiasan dinding. 

Banyak sekali masyarakat yang menjadikan hiasan dinding berbahan kayu sebagai penghias ruangan. Banyaknya ide kreatif yang muncul membuat para designer memutar otak agar menghasilkan produk baru yang menarik minat pasar. Penambahan nilai estetika menjadi salah satu pilihan dalam perancangan sebagai wujud ide serta rujukan untuk membuat suatu produk. Hiasan yang terdapat pada hiasan dinding seperti ornamen tradisional, motif modern, panorama alam, hewan-hewan, dll. 

Beberapa designer merancang produk kriya kayu tidak semata-mata melupakan nilai fungsionalnya dengan menerapkan hiasan dalam jam, lampu dinding, rak, dll. Hiasan dinding adalah salah satu contoh produk yang dihasilkan dengan menggunakan bahan kayu. Sistem peletakkan hiasan dinding adalah dengan cara ditempelkan di dinding. Unsur penghias dapat berupa motif maupun ragam hias dari berbagai jenis binatang atau tumbuhan yang dibentuk beraneka ragam dengan menyederhanakan bentuk maupun membuatnya secara nyata atau mirip bentuk asli.

Seni kerajinan batik merupakan sebuah warisan budaya nenek moyang yang telah lama ada dan berkembang di Indonesia. Perkembangan batik berawal dari keberadaan keraton - keraton yang ada di pulau Jawa. Keahlian membatik pada awalnya dimiliki oleh para kerabat keraton dan kain batik hanya dipakai oleh kalangan kerabat keraton pada waktu itu. Seiring perkembangan zaman keahlian membatik membuat motif dan keahlian seputar pembuatan batik akhirnya tersebar kepada masyarakat luas dan hingga sekarang batik tetap berkembang diberbagai penjuru daerah Indonesia.

Salah satu daerah penghasil batik adalah kabupaten Bojonegoro. Batik Bojonegoro atau Jonegoroan pada umumnya dibuat lebih mengutamakan makna yang terdapat pada motif batik. Makna yang terkandung pada motif batik Jonegoroan lebih cenderung sebagai sebuah harapan akan kesejahteraan, kemakmuran dan harapan – harapan, khususnya masyarakat kabupaten Bojonegoro. Motif batik yang ada di batik

Bojonegoro ini merupakan suatu simbol keadaan alam setempat, tumbuhan, tanaman hingga kesenian tradisional dan sebagainya. Berikut ini motif batik Jonegoroan yang terinspirasi dari ikon tradisional yaitu Motif Rancak Thengul atau Wayang Thengul. Wayang Thengul adalah seni tradisional yang berasal dari Bojonegoro berbentuk seperti wayang golek dan terbuat dari kayu. Dalam pertunjukanya wayang thengul bersumber dari cerita menak dan cerita panji, hingga kini kesenian wayang thengul masih eksis dan berkembang di Kabupaten Bojonegoro dan menjadi ikon kesenian tradisional sebagai bentuk pelestarian serta pengembangan warisan budaya kota Bojonegoro. Makna Rancak Thengul merupakan sebuah perangkat Rancak

Thengul warisan kesenian tradisional Bojonegoro yang selalu terjaga keberadaanya. Alasan dari ide dasar menggunakan batik thengul sebagai motif hiasan dinding ditinjau dari berbagai pertimbangan dan kecocokannya dengan manusia. Berkaitan dengan hiasan dalam ruangan sebisa mungkin menimbulkan efek kenyamanan bagi orang yang menempatinya. Unsur kesegaran adalah aspek utama bagi seorang perancang karya dalam membuat produk berupa hiasan dinding yang semestinya terletak di dalam ruangan. Melihat dari berbagai karakter batik thengul yang beragam seperti, warna dan coraknya yang bermacam-macam. Melalui pemahaman tentang batik thengul itu sendiri dapat menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa batik thengul ini cocok dijadikan sebagai konsep untuk membuat hiasan dinding. Batik thengul dijadikan sebagai motif dalam pembuatan hiasan dinding adalah salah satu upaya untuk mengangkat keunikan yang ada pada batik thengul itu sendiri. Pemahaman mengenai keunikan serta karakter batik thengul kemudian divisualisasikan dalam bentuk karya kriya berupa lampu hias dinding berbahan kayu dengan hiasan batik thegul.

Rumusan Masalah

Memperhatikan beberapa hal yang telah dikemukakan pada latar belakang, identifikasi masalah dan pembahasan masalah maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana konsep pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul.
  2. Bagaimana proses pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul.
  3. Bagaimana implementasi konsep pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul.

Tujuan

Tujuan dari laporan kerajinan inspirasi budaya lokal ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui konsep pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul. 
  2. Menjelaskan proses pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul.
  3. Mengetahui implementasi konsep pembuatan hiasan dinding kayu dengan motif thengul.

Perencanaan

Dalam penciptaan karya kriya, perencanaan merupakan kunci pokok yang harus dipikirkan secara matang. Mulai dari jumlah karya, ukuran, bentuk, warna, proses pengerjaan dan teknik. Keteknikan dalam kriya kayu membutuhkan kesabaran dan keuletan, serta didukung oleh peralatan yang memadai dalam proses pengerjaannya.

Untuk karya kriya kayu, dirancang beberapa sketsa yang diseleksi. Sketsa terpilih kemudian dibuat gambar kerja sebagai panduan untuk merealisasikanya sebagai wujud karya kriya kayu. Adapun perencanaan penciptaan karya dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

1. Aspek fungsi

Karya kriya kayu harus dibuat dengan ketelitian yang tinggi, bentuknya harus rapi, dan terpenting dapat terjamin ketahanannya. Sebagai karya fungsional kemudahan dan kenyamanan harus diutamakan dengan tidak menghilangkan nilai seninya. 

Sebagai karya kayu berbentuk pajangan dinding, fungsi utamanya sebagai hiasan dinding yang dapat memberikan kesan menarik dan cocok diletakan di ruangan dalam rumah. Batik thengul sebagai aspek utama dalam hiasan akan memberi kesan yang tenang serta menyegarkan. Karya dengan latar berwarna menyegarkan serta hiasan thengul dengan memanfaatkan warna kayu yang alami diharapkan dapat membuat konsumen merasa nyaman ketika berada didalam rumah.

2. Aspek estetika

Karya kriya kayu pajangan dinding dengan hiasan thengul ini dibuat dengan latar memanfaatkan karakter warna kayu mahoni. Perancangan yang melibatkan karakter warna kayu mberikan kesan lebih dalam karya kriya kayu hiasan dinding dengan hiasan thengul. Kayu memiliki karakter tersendiri menurut jenisnya, seperti kayu mahoni memilikiwarna yang putih kemerah-merahan. Kesesuaian warnawarna kayu memiliki kesesuaian dengan berbagai jenis-jenis batik thengul. Bentuk bingkai yang beraneka ragam menjadikan karya hiasan dinding dengan motif thengul memiliki kesan yang fariatif.

3. Desain karya

Proses yang dilakukan sebelum pembuatan karya adalah membuat desain karya. Hasil pemikiran dari ide dan gagasan untuk membuat karya lampu dinding berbahan kayu dengan motif thengul sebagai media kreatifpun dituangkan dalam bentuk dua dimensi berupa gambar pada kertas. Desain yang telah dibuat ini kemudian digunakan sebagai acuan dalam membuat sebuah karya.

Pelaksanaan

Alat dan Bahan :

  1. Kayu bulat 
  2. Cat acrylic 
  3. Kuas 
  4. Pensil 
  5. Penggaris 
  6. Spidol

Cara Membuat :

  1. Siapkan alat dan bahan. 
  2. Warnailah permukaan kayu yang akan dilukis.
  3. Setelah permukaan kering, buatlah sketsa pada permukaan kayu yang telah di warnai. 
  4. Warnailah bagian yang telah di sketsa. 
  5. Kerajinan dinding thengul pun sudah jadi.

Biaya Pengeluaran

  1. Cat Acrylic            Rp. 20.000,00
  2. Kuas                      Rp.   8.000,00 
  3. Kayu Bulat            Rp. 16.000,00
                       Total : Rp. 44.000,00

Analisa Kebutuhan Pembuatan Kerajinan

1. Biaya Investasi

  • Cat Acrylic : Rp 20.000,00/paket
  • Kuas : Rp 8.000,00/paket
  • Spidol kecil : Rp 1.500,00/buah
  • Pensil : Rp 2.000,00/buah
  • Penghapus : Rp 1.000,00/buah
  • Penggaris : Rp 2.000,00/buah

2. Biaya Tetap

  • Cat Acrylic : Rp 20.000,00/ 2 bulan (Rp 10.000,00/bulan )
  • Kuas : Rp 8.000,00/ 2 bulan (Rp 4.000,00/bulan )
  • Spidol kecil : Rp 1.500,00/ 3 bulan (Rp 500,00/bulan )
  • Pensil : Rp 2.000,00/2 bulan (Rp 1.000,00/bulan )
  • Penghapus : Rp 1.000,00/ 2 bulan (Rp 500,00/ bulan )
  • Penggaris : Rp 2.000,00/ 4 bulan (Rp 500,00/bulan )

3. Biaya Variabel

  • 1 Kayu bulat Rp 16.000,00 (Diperkirakan per bulannya dapat menghasilkan 20 buah

4. Total Biaya Produksi

Biaya Investasi + Biaya Variabel

Rp 16.500,00 + (20 x Rp 16.000,00) = Rp 336.000,00

5. Harga Jual per-Unit

Tiap satu buah hiasan dinding thengul dijual dengan harga Rp 30.000,00

6. Pendapatan

Rata-rata pejualan x harga jual

20 x Rp 30.000,00 = Rp 600.000,00

7. Keuntungan

Pendapatan – Total Biaya Produksi

Rp 600.000,00 – Rp 336.000,00 = Rp 264.000,00

8. Lama Balik Modal Usaha

Total Investasi : Keuntungan

Rp 34.500,00 : Rp 264.000,00 = 0,130 bulan

Kesimpulan

Dengan adanya kegiatan pembelajaran praktik seperti ini siswa dapat belajar tentang membuat kerajinan dengan inspirasi kebudayaan lokal non benda, seperti kerajinan hiasan dinding dengan motif thengul. Ilmu pembuatan kerajinan hiasan dinding thengul ini juga cukup mudah untuk dipraktekkan dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan sesuai, maka hasilnya juga akan sesuai. Bahannya juga mudah ditemui di toko sekitar dengan harga yang terjangkau. Tidak hanya itu, membuat kerajinan ini dapat membuka peluang untuk berwirausaha, dengan menjual produk kerajinan ini yang memiliki manfaat dan bernilai jual. Hiasan dinding thengul ini memiliki manfaat utama sebagai pajangan dinding yang dapat menambah keindahan dan keaesthetickan ruangan.

Saran

Bagi para pelajar dan masyarakat pada umumnya mari hendaknya kita dapat melestarikan kebudayaan lokal yang ada, contohnya seperti membuat kerajinan dengan insiprasi budaya lokal yaitu batik thengul yang telah selesai dibuat ini. Saat kita hendak membuat kerajinan ini, lebih baik pertimbangkan warna yang akan dipakai agar serasi saat dipadukan.