PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) KD 3.2 (Hal 2)


Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM)

Sekolah : SMA Negeri 1 Bojonegoro
Mata Pelajaran : Prakarya Kewirausahaan
Kelas/Semester/Tahun : 10/Ganjil/2020
Materi Pokok : Memahami perencanaan usaha budidaya tanaman pangan meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
Alokasi Waktu : 2 Minggu x 2 Jam Pelajaran @ 45 Menit


Berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya tanaman pangan hidroponik?

Banyak praktisi hidropinik mengungkapkan bahwa modal memulai budaya hidropinik sangat tergantung dengan model yang diinginkan. Model biasanya menyesuaikan dengan luasan lahan. Semakin tinggi atau banyaknya tingkat, biayanya tentu akan semakin mahal dan tergantung jumlah pipa PVC yang terpakai. Kisarannya bisa menghabiskan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta mulai dengan ukuran 1x4 meter. Bahkan bisa 1x2 meter dengan dibuat meninggi ke atas.

Dilihat di sejumlah marketplace, mudah ditemukan paket instalasi hidroponik dengan pipa paralon. Sebagai contoh, media tanam dengan menggunakan pipa 2,5 tipe D, panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 90 cm, serta jumlah lubang 44 dijual seharga Rp 1,1 juta. Model media tanam pipa hidroponik yang dijual di pasaran umumnya mudah dibongkar pasang. Peralatan dijual lengkap dengan modul instalasinya yang relatif cukup mudah dipahami. Sementara, banyak pula instalasi hidroponik lengkap yang dijual di bawah Rp 1 juta, namun dengan spesifikasi yang lebih sederhana.

Kualitas sayur yang lebih baik membuat harga sayuran hidroponik relatif lebih mahal. Namun, faktor itulah yang membuat sayur-mayur yang dihasilkan dari kebun hidroponik memiliki segmen pasar tersendiri. Apalagi kesadaran orang akan hidup sehat saat pandemi Covid-19 membuat permintaan sayuran dari kebun hidroponik semakin meningkat. Berbeda dengan sayuran yang dijual di pasar, hidroponik menghasilkan sayuran yang relatif lebih segar dan bebas pestisida.

Hidroponik rumahan pada dasarnya diperuntukkan untuk yang tidak punya lahan luas dan bisa diaplikasikan pada lahan yang sempit, seperti bagian emperan rumah, di taman bagian depan atau samping rumah. Sistem menanam hidroponik rumahan ini, tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari hari, tetapi bisa juga berfungsi sebagai seni menjadi tanaman penghias rumah, lahan untuk menyalurkan kreativitas dan sebagai obat stres. Adapun jenis-jenis sayuran yang bisa diaplikasikan dengan sistem hidroponik diantaranya sayuran daun seperti kangkung, bayam, pockcoy, selada, seledri, dan bisa juga sayuran berbuah seperti cabe, tomat, terung, dan timun. Masing-masing tanaman memiliki perbedaan waktu untuk panen. Untuk sayuran daun dalam waktu 25 - 30 hari bisa panen sedangkan untuk sayuran buah 45 hari atau lebih waktu untuk memanen.


                                                          Hal Selanjutnya 1, 2, 3

No comments: