PRAKARYA SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kerajinan, Budidaya Tanaman, Pengolahan dan Rekayasa

8/14/2019

Pembelajaran Teknologi Terapan Pembuatan Pupuk Kompos di Kelas 12

Diskusi pembuatan kompos di kelas 12-3

Kegiatan belajar mengajar prakarya kewirausahaan di kelas 12. Adapun materi pembelajaran yang disampaikan tentang Teknologi Terapan Seputar Pembuatan Pupuk Organik (Pengomposan), Rabu (14/8/2019)

Metodelogi pembelajaran yang digunakan di dalam kelas disini dengan metode ceramah plus diskusi dan tugas yakni memberikan materi secara lisan kemudian disertai dengan diskusi dan pemberian tugas di akhir sesi.

Berikut penyampaian hasil diskusi pembelajaran di kelas :

Pupuk Organik adalah pupuk yang terbentuk atau tersusun dari berbagai materi mahluk hidup, bisa berupa penguraian dari pelapukan sisa tanaman, kotoran hewan, manusia, sampah, dan lain sebagainya. Pupuk organik ini bisa terdiri dari pupuk orgnaik cair dan pupuk organik padat. Umumnya penggunaan pupuk organik pada tanaman ini akan mempengaruhi kualitas dari tanaman tersebut dan memberikan dampak yang positif, baik terhadap tanaman itu sendiri, terhadap lingkungan, dan mahluk hidup lainnya. 

Budidaya tanaman sudah barang tentu menggunakan pupuk untuk meningkatkan hasil panen dari tanaman yang akan dibudidayakan. Apakah pupuk yang digunakan itu pupuk organik atau pupuk anorganik atau pupuk kimia.

Namun pada pembelajaran disini pokok pembahasannya dibatasi hanya pada pembuatan pupuk kompos (pupuk organik).  Pembuatan pupuk kompos dari sampah organik caranya cukup mudah dan menggunakan alat-alat yang sederhana. Dalam pengolahan pupuk kompos memerlukan bahan sampah organik seperti bentuk daun gugur, rumput, sisa sayuran, atau juga sampah dari sisa pertanian. Supaya menghasilkan pupuk kompos yang bagus, sebaiknya sampah organik yang diolah berasal dari bahan berjenis dedaunan. Selain bahan dari sampah organik, untuk pembuatan kompos juga harus dicampur dengan pupuk kandang yakni kotoran kambing atau kotoran sapi. Dan juga membutuhkan larutan gula dan bakteri fermentasi yang dapat kita dapatkan dari larutan Biodekomposer, yang telah banyak tersedia di toko pertanian. atau membuatnya sendiri.

Banyak jenis dekomposer yang disediakan di pasaran, seperti larutan EM4 yang diperlukan khususnya untuk pembuatan pupuk bokhasi. Meski demikian, pembuatan MOL secara mandiri bisa menjadi opsi untuk menghindari harga dekomposer yang mahal. Sebab, MOL bisa dibuat cukup dengan menggunakan bahan yang ada di lingkungan sekitar, termasuk menggunakan limbah rumah tangga misalnya sayur-sayuran atau buah-buahan yang tidak terpakai. Selain itu pembuatan MOL dapat memanfaatkan bagian tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar misalnya rebung pisang atau rebung bambu.

Pada prinsipnya, bahan utama dalam membuat mikro organisme lokal (MOL) terdiri dari tiga jenis komponen, antara lain:

Karbohidrat: air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, gandum.

Glukosa: cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/nira.

Sumber bakteri: keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, kotoran hewan, atau apapun yang mengandung sumber bakteri

Berikut adalah metode pembuatan MOL dengan menggunakan bonggol pisang sebagai bahan dasarnya. Bahan yang diperlukan antara lain:

5 kg bonggol pisang
5 L air cucian beras
0,25 kg gula jawa

Sedangkan, peralatan yang dibutuhkan adalah:
Toples atau ember bertutup
Botol plastik bekas air mineral
Selang plastik kecil
Malam atau selotip

Cara pembuatan MOL
Bonggol pisang dipotong-potong. Jangan diparut/ditumbuk/dicincang. Bonggol pisang dimasukkan ke dalam toples atau ember. Air cucian beras dan gula jawa ditambahkan ke dalam toples atau ember. Kemudian ditutup rapat dengan malam atau selotip. Selang dipasang antara toples atau ember dengan botol plastik berisi air. Selang yang berada dalam toples dipasang tidak tercelup campuran, sementara selang dalam botol plastik dalam keadaan tercelup. Peram selama 7-10 hari. Saring, MOL telah jadi.

Cara pengomposan
Segera setelah masa panen dilakukan awal pengolahan tanah (semakin cepat semakin baik)
Sebarkan jerami atau sisa panen secara merata
Basahi jerami atau sisa panen secara merata (tidak terendam)
Semprotkan MOL dengan komposisi 5 liter MOL + 9 liter air (35-50 liter/ha)
Sebarkan pupuk organik/kompos dan biarkan lahan selama 10-15 hari
Lakukan pengolahan tanah secara sempurna
Dengan konsentrasi 1:5 (1 liter cairan MOL + 5 liter air), tambahkan 1ons gula merah, aduk rata dan siramkan pada bahan organik yang akan dikompos.

No comments: